MAROS, UNHAS.TV - Tim KKN Tematik Universitas Hasanuddin Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros Gelombang 115 secara berkelanjutan melaksanakan program pemberdayaan Taman Al-Qur’an (TPA) yang berpusat di Masjid Al-Hakim Bonto Matinggi sebagai wujud kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak desa.
Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan dasar membaca dan memahami bacaan Al-Qur’an bagi anak-anak Desa Bonto Matinggi melalui kegiatan pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan.
Pada tahap awal pelaksanaan, kegiatan pembelajaran diikuti oleh enam santri di setiap pertemuan akibat keterbatasan infrastruktur desa, terutama kondisi jalan yang rusak dan keberadaan sungai yang harus diseberangi sebagian anak untuk mencapai lokasi belajar.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan keagamaan sekaligus berdampak pada rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an sebagian anak di desa.
Selain faktor akses, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi kendala utama karena Desa Bonto Matinggi belum memiliki lembaga pendidikan keagamaan formal seperti TK atau TPA yang terstruktur.
Selama ini, pembelajaran Al-Qur’an masih berlangsung secara tradisional dengan waktu yang tidak menentu dan sangat bergantung pada ketersediaan pengajar di lingkungan masjid.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, semangat dan minat belajar para santri menunjukkan respons yang sangat positif sejak program pemberdayaan Taman Al-Qur’an mulai dijalankan.
Sebagai langkah awal, Tim KKN melaksanakan pre-test untuk memetakan kemampuan dasar santri sebelum mengikuti proses pembelajaran secara intensif.
Kegiatan pengajaran selanjutnya dilakukan menggunakan metode Iqra’ yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing santri agar proses belajar berjalan efektif dan inklusif.
Untuk menunjang evaluasi berkelanjutan, tim juga merencanakan pembagian kartu kontrol bacaan yang digunakan dalam kegiatan setoran Al-Qur’an di area masjid guna memantau perkembangan belajar santri secara bertahap.
Imam Desa Bonto Matinggi menegaskan bahwa anak-anak di desanya memiliki potensi dan antusiasme yang besar dalam belajar Al-Qur’an meskipun masih terkendala kekurangan tenaga pengajar dan sarana pembelajaran.
Ia menyampaikan bahwa tidak sedikit anak yang harus berjalan kaki dari rumah yang jauh untuk bisa belajar di masjid, sementara banyak buku Iqra’ dan mushaf Al-Qur’an yang sudah rusak dan membutuhkan pembaruan.
Program pemberdayaan Taman Al-Qur’an ini masih berada pada tahap pelaksanaan dan pendampingan awal sebagai fondasi penguatan pendidikan keagamaan di wilayah pedesaan.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap dapat mendorong terbentuknya Taman Al-Qur’an yang lebih terorganisasi, berkelanjutan, dan didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta pengurus masjid.
Ke depan, tim berencana melanjutkan pendampingan, memperkuat koordinasi lintas pihak, memperbaiki akses belajar, serta melaksanakan post-test guna mengukur perkembangan literasi Al-Qur’an anak-anak di Desa Bonto Matinggi. (*)
Anggota Tim KKN Tematik Universitas Hasanuddin Desa Bonto Matinggi Gelombang 115 mendampingi santri Taman Al-Qur’an saat kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqra’ di Masjid Al-Hakim Bonto Matinggi, Kabupaten Maros, sebagai bagian dari upaya penguatan literasi Al-Qur’an anak-anak desa.

-300x193.webp)


-300x200.webp)
-300x169.webp)


