Internasional

Penyelamatan Korban Gempa di Venezuela Terhambat, BBM Habis

RUNTUH - Gedung yang runtuh akibat gempa di La Guaria, Venezuela. Foto: tangkapan layar @cristiancrespoj

UNHAS.TV - Proses evakuasi dan penyelamatan korban gempa di La Guaira, Venezuela, terus dilakukan karena masih banyak korban yang terperangkap di bawah puing-puing gedung yang runtuh.

Namun, penyelamatan selama sepekan ini tidak berjalan mudah. Alat-alat berat seperti excavator yang masih terus digerakkan untuk menyingkirkan puing-puing beton bisa bekerja maksimal karena kekurangan bahan bakar.

Ini adalah ironi karena Venezuela adalah salah satu negara dengan cadangan bahan bakar minyak paling besar di dunia ini. Tapi, sejak Amerika Serikat ikut campur dengan pemerintahan di Venezuela, pasokan bahan bakar menjadi seret.

Sejumlah warga terpaksa membongkar sendiri reruntuhan dengan menggunakan peralatan seadanya. Mereka berusaha mencari rekan atau anggota keluarga sembari berharap nyawa mereka masih bisa diselamatkan.

Salah seorang di antaranya yakni Hassel Mendoza, seorang insinyur dari wilayah Tampa yang langsung berangkat menuju La Guaria demi mencari ibu, saudari, ipar, dan keponakannya yang tertimbun di bawah puing-puing gedung.

"Kami terjepit oleh waktu yang makin kritis demi mencari alat yang tepat seperti alat pemotong baja," kata Hassel Mendoza, sebagaimana dikutip dari CNN.

Kacaunya upaya penyelamatan yang dilakukan pemerintah, mengundang kritik yang tajam dari pihak oposisi. Pemimpin oposisi pemerintahan, Maria Corina Machado, menegaskan akan berusaha untuk membali dari pengasingannya di Amerika Serikat, agar bisa ikut meringankan penderitaan korban.

Menurut catatan resmi pemerintah, jumlah korban sudah mencapai 1.943 jiwa, meningkat dari 200 jiwa pada beberapa hari sebelumnya. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring penemuan korban di bawah reruntuhan.(*)