MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan konsultasi hasil medical check-up (MCU) di Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian lanjutan dari rangkaian pemeriksaan kesehatan, yang sebelumnya telah dilakukan terhadap dosen dan tenaga kependidikan.
Dokter Gizi Klinik Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Dr dr A. Yasmin Syauki MSc SpGK(K) MHPE, menjelaskan kegiatan yang berlangsung saat ini bukan lagi tahap pemeriksaan, melainkan konsultasi hasil MCU yang telah dilakukan sebelumnya secara menyeluruh.
“MCU sebelumnya meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, darah, foto thoraks, hingga EKG. Saat ini, kami melakukan konsultasi untuk membaca hasil tersebut dan melihat potensi masalah kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, dalam konsultasi ini, aspek gizi menjadi salah satu fokus utama, terutama untuk mendeteksi potensi gangguan seperti kelebihan berat badan atau obesitas. Jika ditemukan indikasi tertentu, peserta akan diarahkan untuk mengikuti program lanjutan di poliklinik terkait.
“Kami melihat apakah ada masalah gizi, seperti obesitas. Jika ada, kami sarankan untuk mengikuti program penurunan berat badan di poliklinik obesitas,” jelasnya.
Namun demikian, hasil sementara menunjukkan bahwa persoalan kesehatan yang paling banyak ditemukan justru berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi, bahkan pada individu dengan berat badan normal.
“Menariknya, banyak yang berat badannya normal tetapi kolesterolnya tinggi. Ini menunjukkan bahwa berat badan normal tidak selalu menjamin kondisi metabolik yang sehat,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi penyakit sebelum muncul gejala.
“MCU ini bagian dari pencegahan. Kita bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, sehingga tindak lanjut bisa segera dilakukan jika ditemukan kelainan,” tuturnya.
Ke depan, ia berharap kerja sama antara Fakultas Keperawatan dan Rumah Sakit Unhas tidak hanya berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi juga mencakup tindak lanjut medis secara berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu peserta konsultasi sekaligus Dosen Keperawatan Unhas, Nurmaulid SKep Ns MKep, mengaku merasa lega setelah mengetahui hasil pemeriksaannya.
“Alhamdulillah lega, karena sebelumnya saya memiliki kondisi kesehatan yang cukup memengaruhi aktivitas sehari-hari. Dari MCU ini saya mendapatkan informasi yang lebih jelas, dan hasilnya sangat memuaskan,” ungkapnya.
Ia juga menilai kegiatan MCU memiliki manfaat besar, terutama dalam membantu individu memahami kondisi kesehatannya sejak dini.
“Saya pernah terhambat melanjutkan pendidikan karena tidak lolos persyaratan kesehatan. Tapi karena sebelumnya sudah mengetahui kondisi saya dari MCU, saya bisa melakukan pengobatan dan sekarang sudah membaik,” jelasnya.
Nurmaulid berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, mengingat manfaatnya yang signifikan bagi civitas academica.
(Achmad Ghiffary M / Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
KONSULTASI MCU - Dokter Gizi Klinik RSP Unhas Dr dr A Yasmin Syauki MSc SpGK memberi penjelasan ke sivitas akademika saat konsultasi hasil MCU di Fakultas Keperatawan Unhas, Senin (4/5/2026). (Unhas TV/Achmad Ghiffary)








