Sport

Pep Guardiola Bungkam Soal Masa Depan Usai Manchester City Gagal Raih Gelar Liga

SELAMAT TINGGAL - Pep Guardiola kemungkinan akan mengucapkan selamat tinggal setelah laga City vs Aston Villa, Minggu (24/5/2026) mendatang. (The Sun/Alamy)

MANCHESTER, UNHAS.TV – Pep Guardiola belum memberikan kepastian terkait masa depannya di Manchester City setelah hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth yang memastikan gelar Liga Primer Inggris jatuh ke tangan Arsenal.

Pertandingan tersebut berlangsung Selasa (19/5/2026) malam, sehari setelah laporan muncul yang menyebut Guardiola akan meninggalkan Etihad Stadium musim panas ini.

Manajer asal Spanyol itu menegaskan bahwa kontraknya masih berlaku selama satu tahun, namun enggan memberikan komitmen lebih jauh sebelum berbicara dengan chairman klub.

“Saya memiliki satu tahun lagi kontrak, dan saya tidak akan mengatakannya di sini karena harus berbicara dengan chairman, pemain, dan staf. Fokus saya hanya satu: menjadikan tim ini berada di titik tertinggi,” ujarnya.

Guardiola menambahkan bahwa kebahagiaannya berada di Manchester City tetap utuh meski musim ini tidak berakhir sesuai harapan.

“Saya adalah orang paling bahagia di planet ini berada di klub ini. Klub ini luar biasa. Saat musim berakhir, kami ingin tiba di pertandingan terakhir bersama para penggemar. Mereka selalu mendukung kami,” kata Guardiola.

Hasil imbang di Vitality Stadium membuat peluang City mempertahankan gelar pupus. Gol Eli Junior Kroupi pada menit ke-38 sempat memimpin Bournemouth, sementara Erling Haaland mencetak gol di masa tambahan, tetapi tidak cukup untuk menyalip Arsenal.

Kegagalan ini menimbulkan spekulasi bahwa laga kandang melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026) mendatang bisa menjadi pertandingan terakhir Guardiola di bangku cadangan Etihad.

Ketika ditanya apakah spekulasi ini memengaruhi persiapan tim, Guardiola menolak pengaruhnya sama sekali. “Zero. Absolutely zero!” tegasnya.

Spekulasi peralihan kepelatihan semakin kuat dengan laporan yang menyebut bahwa Enzo Maresca, mantan asistennya sekaligus pelatih Chelsea, menjadi kandidat pengganti jika Guardiola benar-benar meninggalkan City.

Kegagalan mempertahankan gelar Liga Primer menandai musim yang penuh tekanan bagi Guardiola dan timnya. Meski prestasi individu dan tim tetap luar biasa dalam sepuluh tahun terakhir, kekalahan kali ini menutup peluang mereka untuk menambah koleksi trofi Premier League.

Pep Guardiola menekankan pentingnya profesionalisme hingga pertandingan terakhir dan tetap menjaga hubungan baik dengan para penggemar serta pemain.

Dengan kontrak yang tersisa satu tahun, masa depan Guardiola di Manchester City tetap menjadi misteri.

Klub dan publik sepak bola Inggris kini menantikan keputusan resmi dari manajer Spanyol tersebut setelah musim kompetisi usai, sementara spekulasi pergantian kepelatihan terus mengemuka di media olahraga internasional. (*)