Pendidikan
Sosial

Pesan Ustad Das’ad Latif: Jauhi Dengki, Rawat Silaturahmi di Panggung Halalbihalal Unhas

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unhas dan Pendakwah Ustad Dr Dasad Latief SSos SAg MSi PhD. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar halalbihalal civitas akademika di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama menuju World Class University yang dicetuskan Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc.

Perhatian utama dalam acara itu tertuju pada tausiah Ustadz Dr Das’ad Latif SSos SAg MSi PhD yang menekankan pentingnya membersihkan hati, menjaga hubungan antarmanusia, dan memperkuat nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Halalbihalal dihadiri pimpinan universitas, majelis wali amanat, senat akademik, para dekan, direktur, mantan rektor, mitra strategis, dan sivitas akademika Unhas.

Pada kesempatan itu, Das’ad Latif mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan jabatan, tetapi juga oleh kejernihan hati.

Ia mengajak hadirin menjauhi iri dan dengki, dua sikap yang kerap merusak persaudaraan dan melemahkan kebersamaan.

Menurut Das’ad, pikiran yang dipenuhi prasangka buruk akan mengganggu ketenangan hidup. Sebaliknya, sikap positif dan kebiasaan bersedekah justru membuka jalan bagi ketenteraman batin dan hubungan sosial yang sehat.

Dalam suasana halalbihalal yang identik dengan saling memaafkan, pesan itu terasa relevan bagi lingkungan akademik yang dituntut terus tumbuh, bekerja sama, dan menjaga harmoni.

Ia juga mengingatkan bahwa ada hal-hal yang tetap menjadi rahasia Tuhan, seperti jodoh dan kematian, yang tidak pernah dapat dipastikan manusia.

"Karena itu, manusia diminta untuk tidak larut dalam kesombongan, melainkan memperbanyak amal baik selama masih diberi kesempatan," ujar Ustad Das'ad.

Pesan tersebut disampaikan dengan gaya khas Das’ad Latif yang ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi mengandung peringatan moral yang kuat. Tak lupa dengan gaya candaan yang dilontarkan.

Selain soal kehidupan pribadi, Das’ad menaruh perhatian pada pentingnya keharmonisan keluarga. Ia menekankan bahwa keluarga yang rukun menjadi fondasi ketenangan hidup seseorang, termasuk dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Ia juga mengajak hadirin untuk terus menyambung silaturahmi, saling memaafkan, dan tetap berbuat baik, bahkan kepada orang yang pernah menyakiti.

"Kita harus menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menyambung silaturahmi. Di momen Hai Raya Idulfitri ini kita harus saling memaafkan dan berbuat baik. Bahkan kepada orang yang pernah menyakiti kita," ujarnya.

Sementara itu Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menjadikan halalbihalal civitas akademika sebagai panggung penegasan arah kampus yakni memperkuat kebersamaan untuk mengejar target menjadi universitas kelas dunia.

Menurut Prof Jamaluddin, seluruh civitas akademika harus saling menopang, memperkuat mutu, dan membangun daya saing Universitas Hasanuddin di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat.

"Semangat halalbihalal tidak cukup dimaknai sebagai seremoni pasca-Idulfitri, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen bersama terhadap agenda strategis kampus," ujarnya.

Prof Jamaluddin menegaskan jalan menuju world class university memerlukan lebih dari sekadar inovasi. Kampus, kata dia, juga harus mendorong hilirisasi hasil-hasil akademik, memperluas kemitraan strategis, dan mengubah pola pikir seluruh elemen universitas.

Pesan itu menempatkan transformasi kampus bukan semata pada capaian administratif, tetapi pada kemampuan Unhas menerjemahkan pengetahuan menjadi dampak.

Di titik itu, kolaborasi internal dan jejaring eksternal menjadi kata kunci. Jamaluddin juga menaruh harapan agar semangat kebersamaan yang lahir dari halalbihalal mampu menjadi energi kolektif dalam mendorong pencapaian target strategis universitas ke depan.

(Venny Septiani Semuel / Achmad Ghiffary / Unhas TV)