BANGGAI, UNHAS.TV - Penggunaan benih jagung NK Sumo Sakti mulai dirasakan langsung oleh petani di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Salah satunya adalah Muhdar Al Idrus, petani yang telah menggunakan benih tersebut dan membagikan pengalamannya dalam kegiatan Expo NK Sumo Sakti 2026 di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Selasa (29/9/2026).
Muhdar mengatakan, salah satu keunggulan yang dirasakannya adalah kemudahan dalam pengendalian gulma. Menurutnya, penggunaan herbisida tetap dapat dilakukan tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.
“Keunggulannya, ya, kita bisa menggunakan racun kuning, sudah penghematan. Maksudnya jagungnya tetap subur, gulmanya mati. Yang kedua, dia tahan ulat,” ujar Muhdar.
Selain kemudahan dalam perawatan, Muhdar juga menyoroti hasil panen yang menurutnya meningkat dibandingkan benih yang sebelumnya digunakan.
Hasil Panen Dinilai Lebih Tinggi
Berdasarkan pengalamannya, Muhdar mengatakan penanaman menggunakan sekitar 7 kilogram benih NK Sumo Sakti menghasilkan panen sekitar 5 ton 792 kilogram.
Ia menghitung hasil tersebut setara dengan sekitar 800 kilogram hasil panen dari setiap 1 kilogram benih yang ditanam.
“Panennya naik-naik hanya di benih dari NK Sumo Sakti itu kemudian keunggulan penanggulangan gulmanya,” katanya.
Muhdar membandingkan hasil tersebut dengan pengalaman sebelumnya saat menggunakan benih lain. Menurutnya, dari setiap 1 kilogram benih yang digunakan, hasil yang diperoleh hanya berada di kisaran 360 kilogram.
“Setelah saya mengenal Sumo Sakti, wah luar biasa peningkatannya. Mudah perawatannya, hasilnya banyak, memuaskan,” jelasnya.
Perawatan Dinilai Lebih Mudah
Muhdar juga menilai proses perawatan tanaman menggunakan NK Sumo Sakti lebih sederhana dibandingkan benih yang pernah digunakannya sebelumnya.

SIAP PANEN - Lahan pertanian milik Pak Wawan yang menggunakan benih jagung NK Sumo Sakti siap panen di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Selasa (29/9/2026). (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)
Menurutnya, kemudahan dalam pengendalian gulma dan ketahanan terhadap ulat menjadi dua hal yang paling dirasakan selama proses budidaya.
“Dari kemudahan dan perawatannya sangat gampang. Jauh sekali perbedaan dengan benih-benih yang lain,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu testimoni petani yang ditampilkan dalam rangkaian Expo NK Sumo Sakti 2026.
Kegiatan ini mempertemukan petani dengan teknologi benih yang diperkenalkan untuk mendukung budidaya jagung di wilayah tersebut.
Targetkan Hasil Lebih Tinggi pada 2027
Setelah melihat hasil panen yang diperoleh, Muhdar memasang target lebih tinggi untuk musim tanam berikutnya.
Ia berharap pada 2027 produktivitas dapat mencapai satu ton hasil panen dari setiap 1 kilogram benih NK Sumo Sakti yang digunakan.
“Masyaallah, target saya tahun depan, 2027, Sumo Sakti saya genjot mencapai 1 ton dalam 1 kilo benih,” katanya.
Testimoni Muhdar menjadi gambaran pengalaman petani dalam menggunakan NK Sumo Sakti, terutama dari sisi hasil panen, kemudahan perawatan, pengendalian gulma, serta ketahanan terhadap serangan ulat.
Expo NK Sumo Sakti 2026 di Kecamatan Nuhon juga menjadi ruang bagi petani untuk berbagi pengalaman penggunaan benih sekaligus melihat langsung hasil penerapan teknologi budidaya jagung di lapangan.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
Muhdar Al Idrus, petani pengguna benih jagung NK Sumo Sakti mengungkapkan testimoni keberhasilan lahannya di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Selasa (29/9/2026). (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)








