MAKASSAR, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat memberangkatkan 500 pemudik gratis dari Makassar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program bertajuk Mudik Aman Berbagi Harapan itu dilepas di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Minggu (15/3/2026) lalu, melalui skema tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Program ini merupakan bagian dari Mudik Bersama BUMN yang dijalankan PLN bersama Kementerian BUMN dan Danantara. Seluruh peserta diberangkatkan dengan kapal laut menuju sejumlah daerah tujuan, termasuk Surabaya dan Baubau.
Bagi PLN, program itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menekan beban biaya perjalanan masyarakat pada musim mudik, sekaligus memberi jaminan perjalanan yang lebih aman dan tertata.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan perusahaan ingin memastikan masyarakat dapat pulang kampung dengan lebih nyaman.
Menurut Edyansyah, mudik adalah momen yang sangat dinanti karena menjadi kesempatan berkumpul kembali dengan keluarga setelah lama merantau.
“Langkah ini didasari komitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia selama musim mudik Lebaran,” kata Edyansyah. Ia menyebut program tersebut juga menjadi bagian dari praktik gotong royong dan tanggung jawab sosial perusahaan.
PLN, kata dia, memahami bahwa biaya transportasi sering menjadi salah satu hambatan utama masyarakat untuk mudik. Karena itu, perusahaan berupaya hadir melalui program yang langsung dirasakan manfaatnya.
“Kami berharap, dengan adanya program Mudik Aman Berbagi Harapan tahun 2026 ini, perjalanan akan menjadi lebih nyaman, aman sampai tujuan,” ujar Edyansyah dikutip dari rilis Humas PLN.
Mengurangi Pengeluaran Pemudik
Salah seorang peserta, Tina, 47 tahun, mengaku terbantu oleh program itu. Perempuan yang merantau di Makassar selama 26 tahun itu berangkat bersama suami dan seorang anak dengan tujuan Surabaya.
Menurut Tina, ongkos perjalanan mudik kerap menjadi pengeluaran besar yang membebani keluarga. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PLN atas penyelenggaraan mudik gratis,” kata Tina.
.webp)
Pemudik program Mudik Aman Berbagi Harapan Tahun 2026 bersama PLN saat hendak menaiki kapal tujuan Surabaya di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar, Minggu (15/3/2026). (Dok Humas PLN Sulselrabar)
Ia berharap program serupa terus dilanjutkan karena sangat membantu ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga perantau yang harus menghitung biaya perjalanan untuk lebih dari satu orang.
Rasa syukur serupa disampaikan Tarmin, 52 tahun, pemudik tujuan Sukoharjo yang transit di Surabaya.
Ia mengatakan program mudik gratis tidak hanya meringankan ongkos perjalanan, tetapi juga memberi rasa aman karena keberangkatan diatur secara kolektif.
“Terima kasih PLN atas mudiknya tahun ini. Kami dapat merchandise lengkap. Semoga tahun depan ada lagi,” ujarnya.
Apresiasi Gubernur Andi Sudirman
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir dalam seremoni pelepasan, menyampaikan apresiasi kepada PLN. Ia menilai program mudik gratis telah menjadi bentuk pelayanan sosial yang nyata bagi masyarakat.
Di tengah tingginya mobilitas menjelang Lebaran, kata dia, kehadiran BUMN dengan program semacam itu memberi dampak langsung bagi warga.
“Terima kasih kepada PLN yang senantiasa rutin menyelenggarakan program mudik gratis,” kata Andi Sudirman. Menurut dia, bakti sosial PLN sangat bermanfaat bagi masyarakat dan patut dipertahankan.
Edyansyah menuturkan program mudik bersama yang digelar PLN UID Sulselrabar sudah berlangsung rutin sejak 2019.
.webp)
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah, beserta stakeholder dan beserta peserta Mudik Aman Berbagi Harapan tahun 2026 berfoto bersama di depan KM Labobar rute Makassar-Surabaya di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar, Minggu (15/3/2026). (Dok Humas PLN UIP Sulselrabar)
Dalam kurun tujuh tahun terakhir, perseroan telah memberangkatkan sedikitnya 2.100 pemudik menggunakan moda kapal laut dan bus. Tingginya minat masyarakat, kata dia, menunjukkan program itu menjawab kebutuhan riil warga menjelang hari raya.
Di luar program mudik gratis, PLN juga menyiagakan 2.315 personel yang tersebar di 73 posko untuk menjaga pasokan listrik selama masa siaga Idul Fitri. Petugas akan berjaga 24 jam.
Masyarakat diminta melapor melalui aplikasi PLN Mobile jika terjadi gangguan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Untuk pemudik pengguna kendaraan listrik, PLN UID Sulselrabar juga menyiapkan 69 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum di 53 lokasi strategis di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Fasilitas ini dilengkapi personel siaga non-stop guna memastikan perjalanan mudik berlangsung tanpa hambatan. Bagi PLN, kelancaran mudik bukan hanya soal berangkat, tapi juga memastikan setiap orang tiba dengan aman di tujuan. (*)
MUDIK AMAN - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (keempat dari kiri), General Manager PLN UID Sulselrabar (keempat dari kanan) didampingi segenap stakeholder Sulawesi Selatan menyerahkan secara simbolis paket mudik dan asuransi kepada peserta Mudik Aman Berbagi Harapan bersama PLN, Minggu (15/3/2026) lalu. (Dok Humas PLN Sulselrabar)

-300x201.webp)






