Ekonomi
News
Sulsel

PLN Siapkan Pasokan Listrik dan Layanan Digital saat Kebijakan WFH Dijalankan

Kemudahan layanan listrik PLN dapat diakses melalui PLN Mobile. (Dok PLN)

MAKASSAR, UNHAS.TV – PT PLN (Persero) menyatakan siap menopang kebutuhan listrik masyarakat selama kebijakan work from home atau WFH dijalankan pemerintah.

Kesiapan itu mencakup menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memudahkan pelanggan mengakses berbagai layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.

Peningkatan aktivitas bekerja dari rumah membuat pemakaian perangkat elektronik ikut naik. Laptop, pendingin ruangan, lampu, hingga perangkat penunjang kerja lain digunakan lebih lama dari biasanya. Kondisi ini berimbas langsung pada kebutuhan daya listrik rumah tangga yang meningkat.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat atau UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan perubahan pola aktivitas selama WFH membuat kebutuhan listrik pelanggan perlu disesuaikan.

Menurut Edyansyah, penggunaan perangkat elektronik yang lebih intens menuntut pasokan yang tetap andal sekaligus layanan yang cepat diakses.

“Penggunaan perangkat elektronik saat bekerja dari rumah lebih intens dan berlangsung lebih lama, sehingga kebutuhan daya listrik ikut meningkat. Pelanggan dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut melalui layanan tambah daya yang tersedia di PLN Mobile secara praktis,” ujar Edyansyah dalam rilis, Jumat (10/4/2026).

PLN, kata dia, tidak hanya menyiapkan pasokan listrik, tetapi juga memperluas kemudahan layanan digital. Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat mengurus berbagai kebutuhan kelistrikan dalam satu aplikasi, tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Layanan yang tersedia di aplikasi itu mencakup pengajuan tambah daya, pembayaran tagihan listrik, pembelian token, pengajuan pasang baru, hingga catat meter mandiri.

PLN menempatkan aplikasi tersebut sebagai pintu utama layanan agar pelanggan bisa mengatur kebutuhan listriknya dengan lebih ringkas di tengah perubahan pola kerja.

Untuk mengajukan tambah daya, pelanggan cukup membuka aplikasi PLN Mobile, lalu memilih menu Ubah Daya dan Migrasi.

Setelah itu, pelanggan memasukkan ID pelanggan atau nomor meter, melengkapi data yang diminta, dan melanjutkan proses hingga pembayaran. Status pengajuan dapat dipantau langsung melalui aplikasi.

PLN juga membuka kanal pengaduan bila terjadi gangguan atau kendala kelistrikan. Pelanggan dapat masuk ke menu Pengaduan, melengkapi detail laporan, mengunggah foto, menambahkan deskripsi masalah, lalu memilih waktu kedatangan petugas.

Menurut Edyansyah, kehadiran layanan dalam satu aplikasi menjadi cara PLN menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan yang semakin bergantung pada layanan cepat dan praktis.

“Dalam satu aplikasi, pelanggan dapat mengelola kebutuhan listriknya dengan lebih mudah dan praktis sesuai dengan aktivitas sehari-hari,” kata dia. (*)