MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar jumpa pers di ruang kerjanya di Gedung Putih, Kamis sore waktu setempat. Jumpa pers digelar seiring pernyataan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat menjadi tiga pekan ke depan.
Pada jumpa pers itu, sejumlah pertanyaan penting mengemuka. Wartawan sempat menanyakan tentang bagaimana pandangannya setelah Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan satu kapal berbendera China diduga membawa bahan mencurigakan ke wilayah Iran.
"Apakah Anda marah kepada China karena mengirim sesuatu ke Iran?" tanya wartawan.
Trump membalas. "Tidak. Bukankah kami melakukan hal sama dengan negara lain? Itu tentu saja satu hal.
Trump juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan Amerika Serikat akan menggunakan senjata nuklir untuk menghadapi Iran. Trump tiba-tiba tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan seorang perempuan wartawan.
"Tidak. Untuk apa saya membutuhkan nuklir itu? Mengapa ada pertanyaan bodoh seperti itu ditanyakan. Senjata nuklir seharusnya tidak diizinkan digunakan oleh siapapun," tegasnya.
Pertanyaan wartawan itu muncul seusai Trump ditanyakan bahwa harga minyak mentah akan mencapai $200 per barrel akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Harga ini menimbulkan dampak mengkhawatirkan karena akan memukul perekonomian banyak negara.
Trump menegaskan, tidak ada yang lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan penggunaan nuklir. "Tidak ada yang lebih mengkhawatirkan penggunaan di Timur Tengah untuk menghancurkan banyak negara termasuk sekutu kita, Israel. Saya pikit, tidak ada yang mengkhawatirkan dibanding penggunaan rudal yang mampu menjangkau Eropa."(*)




-300x169.webp)



