MAKASSAR, UNHAS.TV - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama sejumlah mitra seperti Lifebuoy dan Pepsodent membuka layanan kesehatan klinik berjalan di Gaza. Klinik ini sebagai tanggapan atas sulitnya akses layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat Gaza Utara.
Klinik ini didukung 24 tenaga medis profesional, termasuk dokter, perawat, dan teknisi laboratorium. Setiap hari, klinik ini menangani sekitar 150 pasien dengan kasus yang paling umum mencakup layanan kesehatan perempuan, perawatan antenatal, dan perawatan pediatrik.
Klinik berjalan ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, termasuk mesin ultrasonografi, alat tes darah, dan perangkat perawatan pediatrik. Keberadaan fasilitas ini membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lebih cepat dan tepat.
Seorang pasien dari Gaza Utara mengungkapkan pentingnya layanan ini bagi mereka. "Bantuan medis ini sangat berarti, terutama dalam kondisi sulit seperti sekarang. Saya bisa mendapatkan pemeriksaan dan memantau kesehatan tanpa harus menunggu lama," ujar salah satu warga sebagaimana dikutip dari siaran pers Palang Merah Indonesia (PMI) ke media.
Seorang ayah yang membawa anaknya berobat ke klinik berjalan PMI menambahkan, "Anak saya mengalami demam tinggi, dan berkat tim medis di sini, ia bisa segera mendapatkan perawatan. Kami sangat bersyukur atas keberadaan klinik ini."
Melalui klinik berjalan, PMI, Lifebuoy, dan Pepsodent Indonesia berharap dapat terus memberikan bantuan medis bagi masyarakat Gaza yang membutuhkan, selama masih ada dukungan dan kebutuhan yang mendesak.
Kondisi warga Gaza Utara kembali memprihatinkan setelah perbincangan untuk memperpanjang gencatan senjata antara Israel dan Hamas tidak membuahkan hasil, Israel pun kembali melakukan serangan besar-besaran melalui pesawat tempur yang menyemburkan bom di saat umat Islam di Gaza sedang bersiap sahur.(*)