MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota Makassar menegaskan perayaan malam pergantian tahun kali ini akan berlangsung tanpa letusan petasan dan iring-iringan kendaraan bermotor di jalanan.
Kebijakan itu lahir bukan semata untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai wujud empati terhadap warga di sejumlah daerah yang sedang dilanda bencana, terutama di Aceh dan Sumatera.
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah kota tersebut.
Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana SH SIK MSi memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian siap mengamankan wilayah hukum Makassar sepanjang malam pergantian tahun.
Ia menegaskan, larangan petasan dan konvoi kendaraan akan disertai pengawasan ketat melalui patroli gabungan dan razia di titik-titik rawan pelanggaran.
“Kami sudah sepakat dengan Pak Wali Kota. Pemkot mengeluarkan surat edaran, kami memperkuatnya dengan maklumat. Intinya, tidak ada penggunaan petasan di jalan raya saat malam pergantian tahun,” ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Rabu (24/12/2025).
Arya menjelaskan, larangan tersebut berlaku khusus bagi masyarakat yang merayakan di ruang publik.
Sementara acara tertutup di hotel atau tempat resmi yang memiliki izin tetap diperbolehkan menggunakan kembang api sesuai ketentuan keamanan.
“Kalau di hotel, itu sudah diorganisir dan ada izin, jadi tidak masalah selama jenis petasannya sesuai ketentuan. Tapi kalau di jalanan, terutama pengendara yang membawa petasan sambil konvoi, itu yang akan kami tindak,” tegasnya.
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Polrestabes Makassar telah menyiapkan skema pengamanan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi pusat keramaian seperti Jalan AP Pettarani, kawasan Pantai Losari, hingga sejumlah titik hiburan malam di pusat kota.
“Kami akan meningkatkan patroli di lokasi-lokasi rawan. Penggunaan petasan yang berlebihan maupun konvoi kendaraan akan langsung ditindak di tempat,” kata Arya.
Penertiban itu tidak hanya bersifat imbauan. Polisi akan menindak tegas pelanggaran yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.
“Untuk konvoi motor dalam jumlah besar, kendaraan akan kami amankan ke kantor polisi. Knalpot bising akan kami copot, dan kami minta diganti dengan yang standar. Pemilik kendaraan bahkan bisa kami panggil bersama orang tuanya,” ucap Arya.
Langkah tersebut, menurutnya, diambil agar efek jera benar-benar dirasakan dan situasi malam pergantian tahun tetap kondusif.
Polrestabes juga akan menyisir penjual dan pengguna petasan ilegal. “Kalau ditemukan jumlah petasan yang banyak dan tidak sesuai aturan, kami akan langsung amankan. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran atau cedera,” tambah Arya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan merayakan pergantian tahun, namun dengan cara yang lebih aman dan sederhana.
Kebijakan “tahun baru tanpa petasan” ini disambut positif oleh sejumlah warga. Mereka menilai langkah pemerintah kota dan kepolisian sebagai upaya untuk menciptakan perayaan yang lebih tertib dan reflektif. Selain faktor keamanan, momentum pergantian tahun ini diharapkan menjadi ruang untuk solidaritas sosial, mengingat banyak daerah di Indonesia tengah berduka akibat bencana alam.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga mengimbau tempat hiburan, hotel, dan pusat perbelanjaan untuk membatasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.
Pemerintah menilai langkah tersebut penting agar perayaan malam tahun baru tetap terkendali dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Menutup keterangannya, Kombes Pol. Arya Perdana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan.
“Kami harap warga Makassar bisa merayakan tahun baru dengan bijak, tidak berlebihan, dan tetap mematuhi aturan. Jika melihat aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, segera laporkan kepada aparat kepolisian,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah kota, aparat keamanan, dan masyarakat, Makassar menatap pergantian tahun dengan suasana yang lebih tertib, aman, dan penuh empati.
Tahun baru kali ini bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang kesadaran kolektif menjaga kedamaian kota dan menghormati mereka yang sedang berjuang di tengah bencana.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Muh Syaiful / Unhas TV)
Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Arya Perdana SH SIK MSi. (dok unhas tv)








