Econotalks
Program

PPAK Unhas Jadi Strategi Hadapi Disrupsi Digital untuk Profesi Akuntan

Guru Besar FEB Unhas dan Ketua Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) FEB Unhas, Prof Dr Nirwana SE MSi Ak CA saat menjadi narasumber di studio Unhas TV, Kamis (5/2/2026). (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Era digital membawa perubahan besar di berbagai profesi, termasuk akuntansi. Disrupsi teknologi yang menggeser banyak pekerjaan menuntut akuntan untuk terus beradaptasi dan mengambil peran yang lebih strategis.

Menyikapi kondisi tersebut, Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan akuntan yang relevan di era digital.

Guru Besar FEB Unhas sekaligus Ketua Program PPAK FEB Unhas, Prof Dr Nirwana, SE MSi Ak CA, Kamis (5/2/2026), mengatakan bahwa digitalisasi bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang bagi profesi akuntan.

“Dalam pendidikan PPAK, kami tidak menutup mata terhadap perkembangan digitalisasi. Justru banyak hal yang kami respons melalui kurikulum dan sistem pendidikan yang terus disesuaikan dengan kebutuhan profesi saat ini”, ujarnya saat menjadi narasumber dalam Econotalk di unhas.tv.

Kata Prof Nirwana, PPAK Unhas telah bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang berperan dalam mengawal dan mengawasi pengelolaan profesi akuntan.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar profesional dengan berbagai kemudahan.

Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah skema waiver, yakni pengurangan jumlah mata kuliah yang harus ditempuh.


Guru Besar FEB Unhas dan Ketua Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) FEB Unhas, Prof Dr Nirwana SE MSi Ak CA saat menjadi narasumber di studio Unhas TV, Kamis (5/2/2026). (unhas tv/paramitha)


Dari sembilan mata kuliah yang umumnya diwajibkan, mahasiswa PPAK Unhas cukup mengikuti dua mata kuliah saja, terutama karena program ini telah meraih akreditasi Unggul.

“Kalau kita lihat ini sebagai strategi, memang iya. Karena kurikulum kita juga mencerminkan kesiapan menghadapi tantangan profesi akuntan di tengah digitalisasi,” jelasnya.

PPAK Unhas sendiri telah berdiri selama hampir dua dekade. Dalam perjalanannya, pada 25 Agustus 2025, program ini resmi menerima sertifikat akreditasi Unggul, yang mencerminkan tata kelola dan kualitas pendidikan profesi akuntansi di Unhas.

Selain itu, mahasiswa PPAK Unhas juga diberikan kesempatan memperoleh sertifikat Accurate, yakni sertifikasi kemampuan penggunaan aplikasi akuntansi.

Unhas juga telah memiliki test center untuk ujian sertifikasi SPIEI, sehingga mahasiswa di Makassar tidak perlu lagi mengikuti ujian ke Jakarta.

“Kami juga memastikan dosen yang mengajar memiliki kompetensi yang sesuai. Bahkan, kami mengundang praktisi untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran, dan ini sudah berjalan beberapa semester,” ungkapnya.

Prof. Nirwana mengakui bahwa minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi masih belum menggembirakan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai fungsi dan prospek pendidikan profesi tersebut.

“Bisa jadi karena literasi dan sosialisasi yang masih kurang. Banyak mahasiswa belum benar-benar memahami akuntan itu ke depan jadi apa dan untuk apa. Lewat media seperti ini, kami berharap adik-adik mahasiswa akuntansi bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas,” jelasnya.

Ke depan, peluang lulusan dengan gelar akuntan profesional dinilai semakin besar. Terlebih dengan adanya PP Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur laporan keuangan, di mana ke depannya laporan keuangan diperkirakan harus ditandatangani oleh akuntan bergelar profesional.

“Ini tentu menjadi nilai tambah saat bersaing di dunia kerja. Saya kira tidak ada ruginya. Justru ini peluang, meski tentu kita juga harus terus memperbaiki diri karena bukan hanya Unhas yang memiliki pendidikan profesi ini," pungkas Prof Nirwana.

Sebagai salah satu keunggulan, PPAK Unhas memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengikuti ujian sertifikasi dengan pengurangan mata kuliah yang harus ditempuh, sehingga diharapkan dapat mendorong lahirnya akuntan profesional yang siap menghadapi tantangan era digital.

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)