Sport

Presiden Federeasi Sepakbola Senegal Ditipu Dokter Tim

SENEGAL - Presiden Federasi Sepakbola Senegal, Abdoulaye Fall, mengabarkan bahwa dokter tim nasional sepakbola Senegal ternyata bukan dokter olahraga tetapi dokter kandungan dan kebidanan. Foto: Media sosial

UNHAS.TV - Kabar buruk menimpa Senegal usai tersingkir dari putaran final Piala Dunia 2026. Baru-baru ini, Presiden Sepakbola Senegal, Abdoulaye Fall, mengumumkan satu kontroversi yang membuat wajah dunia sepakbola Senegal sangat tercoreng.

Melalui jumpa pers, Abdoulaye, menyebutkan bahwa satu dokter tim sepakbola Senegal ternyata bukan dokter olahraga tetapi dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Pihak federasi baru menyedari hal itu setelah dokter tersebut bertugas di tim selama 10 tahun.

"Dokter utama kami sama sekali tidak punya latar pendidikan memadai untuk menangani tim. Dr Abderahmane Fedior adalah seorang ginekolog berdasarkan pendidikannya. Itu adalah sesuatu yang baru saya ketahui belakangan, dan para pemain tidak yakin dengannya.”

Beberapa jam setelah komentar Fall, Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal mengeluarkan pernyataan yang dengan tegas membela Fédior dan menggambarkan klaim presiden federasi tersebut sebagai tidak berdasar dan fitnah.

Asosiasi tersebut mengatakan Fédior memegang diploma spesialis dalam kedokteran olahraga dan biologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Cheikh Anta Diop di Dakar. Kualifikasi tersebut secara langsung membantah anggapan bahwa latar belakang akademiknya terbatas pada ginekologi.

Menurut asosiasi tersebut, Fédior telah menjabat sebagai kepala dokter tim nasional Senegal sejak 2017 dan mendampingi Lions di lima turnamen Piala Afrika dan tiga Piala Dunia.

Badan tersebut juga mengatakan bahwa sebelumnya ia memimpin departemen fisioterapi di Rumah Sakit Fann dan bekerja dengan klub dan atlet di sepak bola, renang, bola tangan, dan bersepeda.(*)