Karir
Pendidikan

Prof Jamaluddin Jompa Resmi Kembali Pimpin Unhas, Siapkan 8 Agenda Strategis

PENYUMPAHAN - Ketua MWA Unhas Prof Alimuddin Unde saat melantik dan menyumpah Rektor Unhas Periode 2026-2030 Prof Jamaluddin Jompa di Baruga AP Pettarani, Senin (27/4/2026). (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa Msc kembali memimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode 2026-2030.

Guru besar ilmu kelautan itu dikukuhkan sebagai rektor dalam Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (27/4/2026).

Pelantikan ini menandai periode kedua kepemimpinan Prof Jamaluddin setelah sebelumnya memimpin Unhas pada 2022-2026.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri civitas akademika, pejabat pemerintah, kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, alumni, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Prof Jamaluddin menyampaikan visi besar untuk mempercepat Unhas menuju universitas berkelas dunia.

Ia memaparkan delapan agenda strategis yang akan menjadi arah kerja kampus merah itu dalam empat tahun ke depan.

Prof Jamaluddin, yang akrab disapa Prof JJ, mengawali pidatonya dengan ucapan syukur kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, istri, keluarga, serta seluruh pihak yang mendukung perjalanan kepemimpinannya di Unhas.

“Sejak hari pertama mengemban amanah ini, saya dan seluruh pimpinan Unhas telah meneguhkan satu komitmen, bahwa tidak boleh ada satu pun mahasiswa Unhas yang berhenti kuliah hanya karena kendala finansial atau biaya. Pendidikan adalah hak, dan tugas kita memastikannya,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi salah satu penekanan utama dalam pidato pelantikannya. Prof JJ menegaskan Unhas harus hadir sebagai perguruan tinggi yang membuka akses pendidikan secara adil.

Ia ingin kampus tidak hanya mengejar reputasi akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa dari berbagai latar belakang tetap dapat menyelesaikan studi.

Agenda Strategis Dilakukan?

Dalam agenda strategis pertama, Jamaluddin menekankan pembangunan sumber daya manusia yang tertib, adil, dan berintegritas.

Menurut dia, transformasi Unhas membutuhkan tata kelola manusia yang kuat, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Agenda berikutnya berfokus pada penguatan ekosistem riset tematik. Jamaluddin ingin riset Unhas tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.

Karena itu, hilirisasi inovasi menjadi bagian penting dalam rencana kerjanya. Ia juga menargetkan penguatan posisi Unhas sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum.

Status tersebut, kata dia, harus diikuti dengan kapasitas kelembagaan yang lebih adaptif, produktif, dan bertanggung jawab. Unhas diharapkan mampu bergerak lebih cepat dalam pengembangan akademik, riset, kerja sama, dan inovasi.

Salah satu target besar yang disampaikan Jamaluddin adalah membawa Unhas masuk jajaran 500 besar QS World University Rankings pada 2030.

Target ini menjadi simbol akselerasi Unhas dalam persaingan global. Untuk mencapainya, Unhas akan memperkuat kualitas pembelajaran, reputasi riset, kolaborasi internasional, serta daya saing lulusan.

Agenda lain yang mendapat perhatian ialah kemandirian fiskal Unhas pada 2030. Jamaluddin menyebut Unhas harus bergerak dari sekadar menara gading akademik menjadi mesin ekonomi mandiri yang berkelanjutan.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendanaan universitas tanpa meninggalkan misi akademik dan sosial. Unhas juga akan memperkuat program Unhas Worklink.

Program itu dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dan industri. Melalui skema tersebut, lulusan Unhas diharapkan lebih siap memasuki pasar kerja, memiliki kompetensi global, dan mampu menjawab kebutuhan dunia profesional.

Selain itu, Prof Jamaluddin menempatkan isu lingkungan sebagai bagian penting agenda kampus. Ia ingin Unhas menjadi kampus hijau yang ramah lingkungan, rendah emisi, dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan.

Agenda ini akan menyentuh pengelolaan energi, ruang terbuka, transportasi kampus, serta budaya hidup ramah lingkungan.

Acara pelantikan turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Pertanian Republik Indonesia yang juga Ketua Ikatan Alumni Unhas, para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, sejumlah mantan rektor Unhas, pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, dan civitas akademika.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, foto bersama, dan pemberian ucapan selamat kepada Rektor Unhas.

Bagi Prof JJ, periode kedua ini menjadi ruang pembuktian untuk membawa Unhas bergerak lebih cepat, lebih inklusif, dan lebih kompetitif di tingkat dunia.

(Rahmatia Ardi / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)