Karir
Sosial

Ragam Produk Unggulan Alumni Unhas Dipamerkan, dari Pangan hingga Drone Pertanian

Direktur Inovasi dan KI Unhas Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Rangkaian Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin atau Mubes IKA Unhas 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi alumni.

Di sela kegiatan yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1–3 Mei 2026, panitia juga menggelar pameran inovasi produk dan usaha alumni Unhas.

Pameran ini menjadi ruang promosi bagi berbagai karya inovatif yang lahir dari lingkungan Universitas Hasanuddin. Puluhan stan disiapkan untuk menampilkan produk hasil penelitian, pengembangan usaha, hingga karya berbasis kekayaan intelektual.

Pesertanya berasal dari alumni, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta unit-unit yang selama ini terlibat dalam pengembangan inovasi kampus.

Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin menjadi salah satu peserta yang menampilkan banyak produk unggulan.

Produk yang dipamerkan tidak hanya berupa hasil riset laboratorium, tetapi juga produk komersial, buku, inovasi sosial, dan karya yang telah diarahkan menuju tahap hilirisasi.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil kerja para inventor Unhas kepada jejaring alumni.

Menurut dia, Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual mendapat undangan untuk menampilkan produk-produk hasil penelitian dosen, inventor, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Asmi menyebut pihaknya mengisi tujuh booth dari sekitar lima belas booth yang tersedia dalam rangkaian Mubes IKA Unhas. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme pengunjung dinilai tinggi. Hampir seluruh jenis produk inovasi yang telah dikembangkan Unhas ikut ditampilkan.

“Banyak sekali pesertanya, kemudian pengunjungnya juga. Tujuh booth itu sudah hampir semua jenis produk kita tampilkan,” kata Asmi.

Produk yang dipamerkan cukup beragam. Dari sektor pangan, terdapat ginger creamy, roti vokasi, cokelat Unhas, hingga crunchy cookies. Dari sektor teknologi dan pertanian, ditampilkan drone pertanian, pupuk, pisang cavendish, serta pengembangan bibit ikan nila berbasis bioteknologi.

Produk-produk tersebut merupakan bagian dari upaya hilirisasi riset yang telah memperoleh dukungan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sejak 2022.

Melalui pameran ini, hasil riset tidak hanya dipamerkan sebagai karya akademik, tetapi juga diperkenalkan sebagai produk yang memiliki peluang komersial dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Asmi mengatakan pameran ini juga dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama dengan alumni Unhas. Menurut dia, banyak alumni yang hadir berasal dari kalangan industri, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lain. Jejaring tersebut dinilai strategis untuk memperluas pengembangan produk inovatif kampus.

“Harapannya, kita mempromosikan sekaligus mengajak beberapa alumni untuk bisa bekerja sama mengembangkan produk-produk tersebut,” ujar Asmi. Ia menilai produk inovasi Unhas memiliki potensi dan peluang yang baik untuk dikembangkan lebih jauh.

Wadah Alumni Tunjukkan Karya

Ketua Panitia Mubes IKA Unhas, Dr Muhammad Ramli Rahim, mengatakan pameran ini sengaja disiapkan sebagai wadah bagi alumni untuk memperlihatkan aktivitas, usaha, maupun inovasi yang mereka jalankan.



Ketua Panitia Mubes IKA Unhas, Dr Muhammad Ramli Rahim. (Dok Unhas TV)


Panitia, kata dia, memberi ruang seluas mungkin agar alumni dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurut Ramli, peserta pameran tidak hanya berasal dari kalangan yang membawa produk riset.

Ada pula alumni yang menampilkan usaha, memperkenalkan pekerjaan profesional, hingga melakukan penjualan langsung selama pameran berlangsung. Seluruh stan yang tersedia terisi penuh.

“Alhamdulillah kemarin itu semua stand penuh, terisi semua. Ada yang sambil jualan, tidak ada masalah, memang produknya itu,” kata Ramli.

Ia menyebut pameran berjalan baik karena peserta memanfaatkan ruang tersebut sesuai kebutuhan masing-masing. Ada yang memamerkan produk, ada yang memperkenalkan usaha, dan ada pula yang menjadikan pameran sebagai sarana membangun jejaring dengan sesama alumni.

Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa Mubes IKA Unhas tidak hanya berfungsi sebagai forum organisasi, tetapi juga sebagai titik temu antara dunia akademik, alumni, pelaku usaha, pemerintah, dan industri.

Melalui pertemuan itu, produk-produk yang lahir dari riset kampus berpeluang mendapatkan mitra pengembangan, akses pasar, hingga dukungan implementasi di lapangan.

Pameran inovasi ini sekaligus menunjukkan arah penguatan ekosistem riset Universitas Hasanuddin. Kampus tidak lagi hanya menempatkan riset sebagai produk akademik, tetapi mendorongnya masuk ke ruang pemanfaatan yang lebih luas.

Dengan kolaborasi alumni, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri, hasil inovasi diharapkan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)