MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota Makassar kembali menggulirkan Program Amaliah Ramadan 2026, dengan fokus pada penguatan kegiatan spiritual dan peningkatan bantuan sosial kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, dalam wawancara di Studio Unhas TV, Kamis (19/2/2026).
Muhammad Syarief mengatakan, agenda utama Ramadan tahun ini masih melanjutkan program Safari Ramadan yang telah berjalan pada tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut melibatkan langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar untuk turun ke masjid-masjid dan bertemu masyarakat.
“Safari Ramadan tentunya akan dijalankan oleh Bapak Wali Kota Makassar maupun Ibu Wakil Wali Kota Makassar. Mereka akan turun langsung ke masyarakat, menjelaskan program-program pemerintah sekaligus memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, intensitas Safari Ramadan tahun ini ditingkatkan. Wali Kota dijadwalkan hadir tiga kali sehari, yakni saat Subuh, berbuka puasa, serta Salat Isya dan Tarawih di masjid yang telah ditentukan.
“Waktu Subuh sudah ada jadwalnya, Magrib berbuka puasa bersama masyarakat, dan malamnya mengikuti salat Isya serta Tarawih. Semua full untuk masyarakat di bulan Ramadan ini,” jelasnya.
Selain kegiatan spiritual, Pemkot Makassar juga melanjutkan penyaluran bantuan sosial dan hibah rumah ibadah.
Pada Ramadan 2025, bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 10 ribu paket sembako, yang menyasar guru mengaji, imam, pemandi jenazah, petugas kebersihan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga tenaga lapangan lainnya.
“Alhamdulillah bukan hanya 5.500 paket, tapi lebih dari 10 ribu paket yang tersalurkan. Ini berkat kerja sama pemerintah dengan BUMN, BUMD, dan pihak swasta melalui CSR,” kata Syarief.
Untuk tahun 2026, Pemkot Makassar menargetkan peningkatan jumlah bantuan dengan pendataan yang lebih teratur melalui koordinasi kecamatan dan masjid.
Selain sembako, bantuan hibah rumah ibadah juga tetap dilanjutkan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Di internal pemerintahan, pembinaan rohani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi perhatian. Pemkot Makassar rutin menggelar kajian Islam dan perbaikan bacaan Al-Qur’an bagi sejumlah SKPD.
Bahkan, pada 10 hari terakhir Ramadan, ASN akan diberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mendukung pelaksanaan iktikaf.
“Sepuluh hari terakhir Insya Allah ASN diberikan keluasan Work From Anywhere agar bisa mempersiapkan waktu ibadahnya, termasuk iktikaf,” ujarnya.
Terkait kebijakan penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) selama Ramadan, Syarief menilai langkah tersebut tepat untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban sosial. “Namanya Ramadan, otomatis THM harus tutup. Ini agar masyarakat bisa lebih fokus beribadah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada Ramadan 2026 pihaknya menargetkan percepatan penyaluran insentif bagi imam, guru mengaji, mubalig, serta pekerja keagamaan lainnya sebelum Idulfitri.
“Target kami insentif untuk imam, guru mengaji, dan pekerja keagamaan bisa tersalur sebelum Lebaran, bahkan tiga bulan dirapel agar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Syarief berharap seluruh rangkaian Program Amaliah Ramadan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan kualitas spiritual masyarakat Kota Makassar.
“Kita harapkan Ramadan ini menjadi ladang amal terbesar. Bantuan yang diberikan bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan, tetapi menjadi motivasi agar masyarakat terus bangkit dan saling peduli,” pungkasnya.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, saat tampil dalam progam Ruang Tengah di Studio Unhas TV, Kamis (19/2/2026) lalu. (unhas tv/paramitha)




_6-300x201.webp)



