Internasional

Rangka Santo Fransiskus dari Asisi Diperlihatkan ke Publik untuk Pertama Kalinya

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sisa-sisa rangka Santo Frasiskus dari Asisi untuk pertama kalinya dipamerkan ke publik di Kota Asisi, Italia tengah, akhir pekan lalu. Ini adalah pameran pertama kalinya dilaksanakan sejak pendiri Ordo Fransiskan itu wafat pada 800 tahun. 

Kerangka santo tersebut digali dari sarkofagusnya di ruang bawah tanah Basilika Santo Fransiskus dari Assisi. Tulang-tulang tersebut kemudian disusun di atas meja di ruang bawah tanah sebelum dipindahkan ke gereja bawah basilika. Kemudian pada hari itu, sekitar 300 biarawan menghadiri perayaan Vespers yang khidmat di gereja bawah.

Fransiskus adalah seorang biarawan Italia abad ke-13 yang berjuluk Poverello atau "Orang Kecil yang Miskin" karena sikap hidupnya yang sangat bersahaja. Atas sikap hidup itu pula serta pengabdiannya pada ajaran Kristus sehingga ia dipandang sebagai salah satu tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Katolik Roma dan juga oleh banyak gereja Anglikan dan beberapa gereja Lutheran. 

Pada tahun 1979, Santo Fransiskus diakui oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai santo pelindung ekologi, dan ia juga dihormati sebagai santo pelindung hewan. 

Paus Fransiskus kemudian mengadopsi namanya karena komitmennya terhadap kemiskinan, perdamaian, dan alam, dan ia menggunakan sebuah puisi karya santo tersebut sebagai judul dokumen pengajarannya yang penting tentang lingkungan. 

Paus juga mengambil inspirasi dari upaya perdamaian santo tersebut. Pada tahun 1219, selama Perang Salib, Santo Fransiskus bertemu dengan Sultan al-Kamil dari Mesir dalam upaya untuk membawa perdamaian.

Setelah kematian Santo Fransiskus pada tahun 1226, upaya dilakukan untuk menjauhkan jenazahnya dari publik karena kekhawatiran akan dicuri. Jenazahnya ditempatkan dalam sangkar besi dan dikuburkan di bawah basilika dan baru ditemukan selama penggalian pada tahun 1818. Jenazah tersebut sempat dipamerkan kembali pada tahun 1978, dengan jumlah pengunjung yang sangat terbatas.(*)