Karier
Pendidikan

Rektor Unhas Lantik 5 Wakil Rektor dan Pejabat Baru, Ini Pesan Prof JJ untuk Visi-Misinya?



PELANTIKAN - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama dengan pejabat yang baru dilantiknya di Baruga AP Pettarani, Selasa (7/7/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)


Salah satu langkah strategis yang diumumkan dalam pelantikan itu adalah pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence.

Menurut Prof JJ --sapaan akrab Jamaluddin Jompa, lembaga ini menjadi bagian penting dari arah baru Unhas dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Ia mengatakan Unhas menargetkan diri menjadi salah satu pusat data center di Indonesia Timur, setidaknya di Makassar.

Selain itu, universitas akan mulai menerapkan sistem berbasis artificial intelligence di berbagai lini administrasi dan program tridarma perguruan tinggi.

“Kita sengaja luncurkan di pelantikan ini lembaga transformasi digital dan artificial intelligence. Itu bukan main-main, karena kami akan menjadi salah satu pusat data center di Indonesia Timur, minimal di Makassar,” ujar Jamaluddin.

Menurut dia, literasi kecerdasan buatan harus diperkuat di seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Ia menyebut AI bukan lagi pilihan yang dapat dihindari, melainkan peluang yang harus direspons perguruan tinggi secara cepat.

Prof JJ mengatakan universitas harus berada di barisan depan dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi.

Jika Unhas ragu menghadapi perubahan tersebut, ia menilai kampus akan tertinggal dari perguruan tinggi lain, baik di tingkat nasional maupun global. “Kalau Unhas takut, maka kita pasti akan tertinggal,” katanya.

Selain lembaga transformasi digital dan AI, Unhas juga memperkuat strategi internasionalisasi melalui pengembangan International Research Institute. Prof Jamaluddin menjelaskan, langkah ini ditempuh untuk mempercepat posisi Unhas menuju World Class University.

Menurut dia, pertumbuhan perguruan tinggi dalam pemeringkatan dunia tidak selalu berjalan linear. Pada tahap awal, sebuah kampus dapat bergerak cepat. Namun ketika sudah masuk ke level tertentu, tantangannya semakin berat karena harus bersaing dengan institusi global yang lebih mapan.

Hidupkan Lembaga Riset Internasional  

Lebih lanjut, Prof Jamaluddin mengatakan Unhas tidak dapat menggunakan cara lama untuk mencapai target baru. Karena itu, universitas perlu menghidupkan sejumlah lembaga riset internasional yang mampu bekerja secara lebih fokus, adaptif, dan kompetitif.

Ia mencontohkan beberapa perguruan tinggi dunia memiliki banyak pusat riset internasional. Model seperti itu, menurut dia, perlu dikembangkan Unhas agar mampu mengakses jejaring akademik global dan sumber pendanaan riset dari luar negeri.

“Jangan pernah berpikir bahwa itu dananya dari Unhas. Lembaga-lembaga global ini banyak sekali sumber pendanaan, sehingga kita menggunakan institut ini bukan hanya mencapai target World Class University dan internasionalisasi, tapi juga tap resources untuk pendanaan riset dari luar,” ujarnya.

Beberapa lembaga yang disebut akan diperkuat antara lain World Research Institute, Global Peace and Transformation, Conflict Resolution, serta Asian China Center of Excellence.

Prof Jamaluddin menyebut ada sekitar sepuluh lembaga riset internasional yang dapat dikembangkan untuk mendukung penguatan daya saing Unhas.

Dalam kesempatan itu, rektor juga memberi pesan kepada para dekan yang baru dilantik maupun yang melanjutkan jabatan.

Ia menegaskan, keberlanjutan jabatan tidak berarti tugas yang diemban tetap sama. Target universitas berubah dan semakin tinggi, sehingga pimpinan fakultas diminta menyesuaikan arah kerja dengan kebutuhan baru.

Ia berharap para pejabat yang menerima amanah mampu menjalankan tugas secara optimal. Mereka diminta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.

Pelantikan jajaran pimpinan baru ini menjadi bagian dari upaya Unhas menjaga capaian yang telah diraih sekaligus memperluas langkah menuju panggung internasional.

Dengan struktur organisasi yang lebih adaptif, Unhas menargetkan penguatan inovasi, hilirisasi, riset global, dan pemanfaatan teknologi digital dalam seluruh proses akademik serta administrasi.

Prof Jamaluddin menegaskan Unhas akan terus menjaga prestasi yang telah dicapai. Namun, menurut dia, capaian tersebut tidak cukup hanya dipertahankan.

Universitas harus terus mengembangkan diri agar mampu menjadi perguruan tinggi yang memimpin pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, terutama bagi kawasan timur Indonesia.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)