News

Selain Cari Dirut, Unhas Siapkan Desain Pengembangan Hadin

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) tidak hanya mencari Direktur Utama baru untuk HADIN Holding Company, tetapi juga menyiapkan cetak biru besar pengembangan entitas bisnis kampus tersebut. 

Dalam dua bulan ke depan, tim yang dibentuk Rektor Unhas akan bekerja menyusun peta jalan bisnis, arsitektur holding company, tata kelola perusahaan, hingga menyeleksi jajaran direksi baru sebagai fondasi transformasi HADIN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kampus. 

Ketua Tim Penyusun Peta Jalan Unit Bisnis HADIN sekaligus Ketua Tim Seleksi Direksi HADIN, Dr. Eka Sastra, mengatakan langkah ini menunjukkan keseriusan Unhas dalam membangun perusahaan kampus yang dikelola secara profesional, berbasis sains, pelayanan, dan optimalisasi aset.

“Ini bukan sekadar mencari direktur utama. Yang sedang kita siapkan adalah fondasi masa depan HADIN sebagai kendaraan bisnis strategis Universitas Hasanuddin. Karena itu, prosesnya harus terukur, profesional, dan berbasis data,” kata Dr. Eka Sastra di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Tim ini dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor 08122/UN4.1/KEP/2026 tertanggal 29 April 2026, dengan masa kerja Mei hingga Juni 2026. Penanggung jawab tim adalah Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dengan dukungan jajaran pimpinan universitas, praktisi, serta akademisi senior.

Dr. Eka Sastra memimpin operasional tim bersama sekretaris Andi Ihzan, S.T., dan tujuh anggota yang berasal dari berbagai bidang keahlian, mulai dari manajemen, hukum bisnis, ekonomi, hingga pengembangan aset. 

Dalam dokumen tata kerja tim, disebutkan bahwa ada lima output utama yang harus dirampungkan paling lambat 30 Juni 2026. Kelima output itu meliputi Road Map Bisnis HADIN, desain Holding Structure, kerangka Good Corporate Governance (GCG), rekomendasi direksi baru, serta simulasi model bisnis jangka menengah. 

Pada bulan Mei, agenda utama dimulai dengan kickoff meeting, pembentukan kelompok kerja, serta penataan sistem koordinasi internal.

Pada periode 19–23 Mei, tim akan melakukan inventarisasi aset dan unit usaha HADIN, sekaligus studi banding virtual ke sejumlah Badan Usaha Milik Universitas (BUMU) terkemuka seperti IPB, UI, dan UGM.

Sepekan berikutnya, 26–30 Mei, tim akan melanjutkan analisis nilai dan potensi aset, studi banding ke Unpad, UB, dan ITB, serta mulai menyusun desain awal struktur holding company. 



Memasuki Juni, fokus kerja bergeser ke finalisasi desain bisnis dan kelembagaan. Pada pekan 2–6 Juni, tim menargetkan penyelesaian Peta Aset HADIN, draft portofolio bisnis, draft struktur holding, dan rancangan awal kriteria seleksi direksi.

Tahap berikutnya, 9–13 Juni, akan difokuskan pada finalisasi portofolio bisnis, penyusunan anggaran dasar holding, pengembangan kerangka tata kelola perusahaan, serta pembukaan rekrutmen calon direksi. 

Seleksi direksi dijadwalkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Juni. Pada periode 16–20 Juni, tim akan melakukan review profil kandidat dan wawancara.

Setelah itu, 23–27 Juni, rekomendasi akhir direksi akan difinalisasi bersamaan dengan penyusunan laporan akhir tim. Seluruh hasil kerja akan diserahkan secara resmi kepada Rektor Unhas pada 30 Juni 2026. 

Menurut Dr. Eka Sastra, transformasi HADIN harus dimulai dari desain kelembagaan yang kokoh, bukan sekadar pergantian figur.

“Kalau kita ingin HADIN menjadi perusahaan universitas yang modern, maka yang harus dibangun pertama adalah sistemnya. Direksi yang terpilih nantinya akan bekerja di atas fondasi tata kelola, model bisnis, dan roadmap yang sudah disiapkan secara matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Unhas ingin memastikan HADIN berkembang bukan hanya sebagai entitas bisnis biasa, melainkan sebagai instrumen strategis kampus untuk mengelola aset, membangun sumber pendapatan berkelanjutan, dan memperkuat ekosistem knowledge-based enterprise.

Dokumen internal tim bahkan menegaskan semangat besar transformasi tersebut dalam satu kalimat penutup: “Kita tidak menyusun laporan. Kita membangun masa depan ekonomi UNHAS.”