News

Seleksi Dirut Hadin Masuki Tahap Akhir, Tersisa Tiga Kandidat

MAKASSAR, UNHAS.TV – Proses seleksi Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin), holding company milik Universitas Hasanuddin, kini memasuki tahap akhir.

Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak akhir April, tim seleksi telah mengerucutkan kandidat dan menetapkan tiga nama terbaik yang akan direkomendasikan kepada Rektor Universitas Hasanuddin.

Ketua Tim Seleksi Direksi Hadin, Dr. Eka Sastra, menjelaskan bahwa proses seleksi dirancang secara berlapis untuk memastikan kandidat terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi bisnis, serta kemampuan membangun ekosistem usaha yang mendukung pengembangan Universitas Hasanuddin.

“Seleksi ini tidak hanya mencari seorang manajer perusahaan, tetapi figur yang mampu membangun dan memimpin holding company universitas, mengelola portofolio bisnis, serta menjadi penghubung antara aset, inovasi, dan peluang usaha yang dimiliki Unhas,” ujarnya.

Menurut Eka Sastra, proses seleksi dimulai dengan pembentukan Tim Seleksi Direksi Hadin berdasarkan keputusan Rektor Universitas Hasanuddin pada 29 April 2026. Setelah itu, pendaftaran dibuka dan berhasil menarik minat profesional dari berbagai latar belakang, baik dari Sulawesi Selatan maupun luar daerah.

Sebanyak 11 pelamar mengikuti proses seleksi. Namun dalam perjalanannya, dua peserta mengundurkan diri karena kesibukan dan agenda profesional yang tidak memungkinkan mereka melanjutkan seluruh tahapan seleksi. Dengan demikian, sembilan kandidat mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga tahap akhir.

Proses seleksi berlangsung selama lebih dari satu bulan. Setelah masa pendaftaran dan penerimaan berkas pada Mei 2026, tim seleksi melakukan verifikasi administrasi dan rekapitulasi dokumen. Selanjutnya peserta mengikuti asesmen psikologi pada 3–4 Juni 2026.

Tahapan berikutnya adalah pemaparan visi dan misi yang berlangsung pada 8 Juni 2026 di Studio Unhas TV. Dalam sesi ini, para kandidat diminta mempresentasikan gagasan mereka mengenai arah pengembangan Hadin, strategi pengelolaan bisnis universitas, serta model tata kelola yang akan diterapkan jika terpilih menjadi Direktur Utama.



Seleksi kemudian berlanjut ke tahap wawancara mendalam atau behavioral event interview yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Unhas Hotel and Convention.

Pada tahap ini, tim seleksi menggali pengalaman kepemimpinan, kemampuan pengambilan keputusan, manajemen risiko, hingga rekam jejak para kandidat dalam mengelola organisasi dan bisnis.

Rangkaian seleksi ditutup dengan rapat pleno penetapan pada 11 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, tim seleksi merumuskan hasil akhir dan menyusun rekomendasi kandidat terbaik yang akan disampaikan kepada Rektor Universitas Hasanuddin.

“Seluruh tahapan telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal. Dari proses yang cukup panjang ini, kami telah mengerucutkan kandidat dan menetapkan tiga nama terbaik yang akan direkomendasikan kepada Rektor untuk dipertimbangkan sebagai Direktur Utama Hadin,” kata Eka Sastra.

Ia menambahkan bahwa tingginya minat para profesional mengikuti seleksi menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan Hadin sebagai holding company universitas.

Ke depan, Hadin diharapkan menjadi instrumen strategis Universitas Hasanuddin dalam mengelola aset, mengembangkan portofolio bisnis, memperkuat hilirisasi inovasi, dan mendukung kemandirian ekonomi kampus.

Setelah proses penetapan Direktur Utama selesai, Universitas Hasanuddin juga akan melanjutkan pembentukan struktur organisasi Hadin melalui pengisian posisi-posisi strategis lainnya pada tingkat Board of Directors (BOD).

Langkah tersebut akan berjalan seiring dengan penyelesaian road map dan desain tata kelola holding company yang saat ini tengah disusun berdasarkan hasil benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi negeri berbadan hukum di Indonesia.

“Direktur Utama yang terpilih nantinya akan memegang peran penting dalam menerjemahkan visi besar Hadin menjadi program bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional,” ujar Eka Sastra.