MAKASSAR, UNHAS.TV - Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar seminar internasional One Health perdana di Lecture Theater Sjamsuddin Daeng Mangawing, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini mempertemukan ratusan mahasiswa dan dosen untuk membahas keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Mengusung tema “One Health, One Future: Bridging Discovery, Innovation and Impact”, seminar tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan dan gagasan mengenai pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penerapannya dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan.
Panitia menghadirkan dua akademisi asal Malaysia sebagai pembicara utama. Keduanya adalah Rozaini binti Abdullah dari Fakultas Kedokteran Hewan Universiti Putra Malaysia dan Associate Professor Dr. Mohd Farhan Hanif bin Reduan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universiti Malaysia Kelantan.
Kehadiran akademisi dari kedua perguruan tinggi tersebut membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan pendekatan One Health.
Konsep ini menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem sebagai aspek yang saling berkaitan sehingga memerlukan penanganan terpadu.
Dalam pemaparannya, Rozaini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dan paparan zat yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Menurut Rozaini, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni memperhatikan informasi pada label produk yang dikonsumsi.
“Kita harus memastikan bahwa semua apa yang kita makan, apa yang kita konsum, adalah selamat dengan cara pertama adalah dengan membaca label Anda,” kata Rozaini dalam seminar tersebut.
Ia menjelaskan bahwa memahami kandungan makanan dan kemungkinan paparan zat tertentu merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan. Pengetahuan mengenai jumlah paparan juga diperlukan untuk menilai potensi bahaya suatu zat.
Rozaini turut menyinggung prinsip dasar toksikologi bahwa dosis menentukan apakah suatu zat dapat menimbulkan efek racun. Karena itu, masyarakat perlu memahami bukan hanya jenis zat yang masuk ke tubuh, tetapi juga jumlah paparannya.
Pembahasan tersebut memperlihatkan relevansi pendekatan One Health dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada persoalan keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan kualitas lingkungan.
Selain memberikan wawasan ilmiah, seminar ini diharapkan memperkuat komunikasi dan kerja sama antardisiplin dalam merumuskan solusi kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Rozaini berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan.
Penyelenggaraan seminar internasional perdana ini sekaligus menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring akademik dan mendorong pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, kesehatan hewan, serta kelestarian lingkungan.
Pendekatan lintas disiplin tersebut dinilai penting agar hasil penelitian tidak berhenti pada pengembangan teori, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah pencegahan dan penyelesaian persoalan kesehatan secara nyata.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
ONE HEALTH - Ratusan mahasiswa dan dosen mengikuti seminar internasional One Health perdana di Aula Yusuf Dg Mangawing, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan akademisi Malaysia untuk membahas tantangan kesehatan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan negara. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)








