TAKALAR, UNHAS.TV - Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) Komisariat Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Ekspedisi Maritim 2026 di Desa Tompotana, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 6-7 Juni 2026 itu, peserta melakukan penanaman mangrove, bakti sosial, dan jelajah pesisir sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan pulau kecil.
Ekspedisi ini menjadi salah satu program awal kepengurusan Hipermata Komisariat Unhas. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan diskusi, tetapi juga aksi lapangan yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat pesisir.
Peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan relawan yang ikut dalam rangkaian Ekspedisi Maritim 2026 di Pulau Tanakeke.
Selain Dialog Maritim, panitia menempatkan penanaman mangrove dan jelajah pesisir sebagai agenda utama. Penanaman mangrove dilakukan untuk mendukung pemulihan kawasan pesisir dan mengurangi risiko abrasi.
Adapun jelajah pesisir menjadi sarana bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kehidupan warga pulau, potensi sumber daya alam, serta tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Tanakeke.
Ketua Umum Hipermata Komisariat Unhas, Razul, mengatakan Ekspedisi Maritim 2026 berlangsung selama tiga hari di Kecamatan Kepulauan Tanakeke.
Menurut dia, kegiatan ini dirancang untuk memberi ruang belajar langsung bagi mahasiswa, masyarakat, dan berbagai elemen yang terlibat dalam program tersebut.
“Kegiatan Ekspedisi Maritim 2026 Hipermata Komisariat Unhas ini dilaksanakan selama tiga hari di Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar,” kata Razul.
Ia menjelaskan, pada hari pertama peserta mengikuti Dialog Maritim dan penanaman mangrove. Pada hari berikutnya, peserta melaksanakan bakti sosial dan jelajah pesisir. “Kegiatan ini sangat memberikan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Razul mengatakan kegiatan ini tidak dirancang sebagai program sekali jalan. Hipermata Komisariat Unhas, kata dia, akan menjadikan Ekspedisi Maritim sebagai program kerja utama yang berkelanjutan.
Pelaksanaannya tidak hanya akan dipusatkan di Pulau Tanakeke, tetapi juga dapat diperluas ke pulau-pulau lain di Sulawesi Selatan.
Menurut Razul, keluaran penting dari kegiatan ini ialah rencana pembentukan desa binaan di Pulau Tanakeke. Program tersebut akan menjadi langkah lanjutan setelah ekspedisi selesai.
“Kami akan menindaklanjuti untuk membentuk desa binaan di Pulau Tanakeke sebagai langkah awal untuk melanjutkan program kerja kami,” kata dia.
Bentuk Desa Binaan
Rencana desa binaan itu diharapkan dapat membuat pendampingan mahasiswa lebih terarah. Dengan model tersebut, kegiatan pelestarian lingkungan, edukasi warga, dan penguatan potensi lokal tidak berhenti pada satu agenda seremonial.
Hipermata Komisariat Unhas ingin membangun hubungan yang lebih panjang dengan masyarakat pulau.
Ketua Umum Pengurus Besar Hipermata, Muhammad Nasrum, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Ekspedisi Maritim 2026 menjadi pengalaman baru bagi Hipermata karena dilaksanakan di wilayah pulau.
Selama ini, kata dia, kegiatan organisasi lebih sering dipusatkan di wilayah daratan atau Kota Takalar. “Saya anggap ini kegiatan yang luar biasa sekali karena berada di pulau. Biasanya teman-teman Hipermata berkegiatan di Takalar Kota. Tapi ini hal yang baru untuk Hipermata,” kata Nasrum.
Nasrum mengatakan Tanakeke menyimpan banyak potensi yang perlu dikenali langsung oleh mahasiswa. Ia menyebut penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut dia, kegiatan semacam ini penting karena mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat pulau dan membuka ruang untuk memahami persoalan pesisir secara lebih dekat.
“Kita harus memang menyatu dengan masyarakat pulau. Kita harus memang mengunjungi pulau,” ujar Nasrum.
Ia mengatakan banyak hal di pulau yang belum banyak terlihat, tetapi dapat ditemukan ketika mahasiswa turun langsung dan melakukan eksplorasi. Karena itu, ia berharap setiap komisariat Hipermata dapat membuat program kerja yang bersentuhan dengan masyarakat.
Kegiatan jelajah pesisir juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepulauan. Melalui agenda itu, peserta melihat langsung kondisi alam, aktivitas warga, serta ruang hidup masyarakat pesisir.
Panitia berharap pengalaman lapangan tersebut dapat mendorong lahirnya gagasan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui Ekspedisi Maritim 2026, Hipermata Komisariat Unhas berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam pelestarian pesisir Tanakeke.
Organisasi ini juga ingin memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan maritim yang berkelanjutan. Dari penanaman mangrove hingga jelajah pesisir, ekspedisi ini diarahkan menjadi pintu awal kerja panjang mahasiswa bersama masyarakat pulau.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
PENANAMAN MANGROVE - Mahasiswa yang terhimpun dalam Hipermata Komisariat Unhas menggelar Ekspedisi Maritim 2026 di Desa Tompotana, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, 6-7 Juni 2026. Mereka melakukan penanaman mangrove, bakti sosial, dan jelajah pesisir di Tanakeke. (Unhas TV/Venny Septiani)








