Secara berurutan setiap periode tersebut mempunyai ciri tertentu. Peridoe Arkeozoikum ditandai dengan belum adanya kehidupan, karena pada periode ini bumi masih dipenuhi oleh gas panas yang bersuhu tinggi sehingga tidak ada satupun makhluk yang bisa hidup.
Periode Paleozoikum ditandai dengan kondisi bumi yang sudah semakin membaik dan mulai terdapat kehidupan terutama makhluk sederhana yang bersel satu.
Periode Mesozoikum ditandai dengan kehidupan yang di dominasi oleh binatang yang berukuran besar seperti dinosaurus yang muncul pada era Jurassic.
Periode Neozoikum dicirikan dengan munculnya Binatang mamalia seiring dengan punahnya dinosaurus. Periode ini dibagi menjadi 2 zaman penting yaitu zaman Tersier dan Kuarter.
Periode Neozoikum, terutama zaman Kuarter merupakan masa yang paling penting bagi kehidupan, karena diperkirakan manusia purba telah muncul sekitar 2.6 juta tahun yang lalu.
Zaman es atau glasial termasuk di dalam periode Pleistosen, yang merupakan bagian dari zaman Kuarter dan berlangsung sejak dari 2.6 juta tahun yang lalu sampai dengan 11.700 tahun yang lalu.
Zaman glasial ini ditandai dengan kondisi bumi yang tidak stabil, dimana es dikutub berulang kali meluas akibat turunnya suhu bumi dan es menutupi sebagian besar Asia, Amerika dan Eropa bagian utara.
Di antara zaman es tersebut, dijumpai masa dimana suhu bumi mengalami kenaikan yang disebut dengan interglasial (masa hangat) dan dicirikan oleh mencairnya es di kutub dan menyebabkan muka air laut naik. Saat ini kita memasuki zaman interglasial yang panjang yang dimulai sejak 10.000 tahun lalu.
Ada beberapa kejadian penting bagi kehidupan di zaman Pleistosen ini yaitu antara lain perubahan iklim yang fluktuatif dan ekstrim (glasial dan interglasial), perluasan dan pencairan es, perubahan tingkat permukaan laut dan migrasi manusia purba.
Penyebab dari adanya perubahan dari glasial dan interglasial ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yaitu faktor variasi orbit bumi, faktor geologi, dan faktor atmosfer.
Faktor variasi orbit bumi di antaranya yaitu adanya perubahan bentuk orbit Bumi dari lingkaran sempurna menjadi lonjong yang mempengaruhi jarak bumi dari matahari sepanjang tahun.
Pergeseran sumbu rotasi Bumi juga menyebabkan perbedaan musim terjadi di berbagai belahan bumi. Selian itu, perubahan sudut kemiringan sumbu rotasi Bumi juga mempengaruhi intensitas musim.
Faktor geologi yang menjadi penyebab terjadinya glasial dan interglasial di antaranya adanya pergeseran posisi benua dan pembentukan pegunungan yang mempengaruhi pola arus laut dan angin, yang pada gilirannya mempengaruhi iklim.