
Mahasiswa S3 Studi Pembangunan Teguh Pairunan Putra (tengah) berfoto bersama dengan promotor Prof M Yamin Jinca, penguji ekternal Dr Ir Amrin, dan kolega dari Kementerian Perhubungan Dr Ir Ahmad Wahid, serta Dr Ir Anwar Tahir usai pelaksanaan ujian tutup disertasi di Ruang 102, Sekolah Pascasarjana Unhas, Kamis (8/1/2026). (dok pribadi)
Penelitian ini mengkaji tiga fokus utama. Pertama, kondisi eksisting sistem transportasi laut dalam menunjang pusat-pusat pertumbuhan.
Kedua, peran dan pengaruh sistem transportasi laut dan pelayaran rakyat terhadap pengembangan wilayah.
Ketiga, perumusan strategi kebijakan penyelenggaraan pelayaran rakyat yang relevan bagi wilayah kepulauan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayaran rakyat masih menjadi tulang punggung angkutan barang ke pulau-pulau seperti Jampea dan Bonerate.
Pada 2022, rata-rata bongkar muat tertinggi tercatat di Pelabuhan Jampea dengan sekitar 365 ton per bulan, disusul Pelabuhan Bonerate.
Sebaliknya, sejumlah pulau kecil masih menghadapi keterbatasan layanan, sehingga potensi produksi wilayah kepulauan belum mencapai kapasitas maksimal
Dari sisi penumpang, masyarakat kepulauan cenderung memilih kapal perintis karena keterhubungannya langsung dengan Kota Benteng, Ibukota Kabupaten Selayar sebagai pusat pertumbuhan.
Temuan ini menegaskan adanya segmentasi fungsi antara pelayaran rakyat dan angkutan laut perintis dalam sistem transportasi Selayar
Secara statistik, Teguh yang kesehariannya sebagai pegawai di Kementerian Perhubungan, membuktikan bahwa sistem transportasi laut berpengaruh signifikan terhadap pengembangan wilayah dengan kontribusi pengaruh sebesar 60,1 persen.
Pelayaran rakyat juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan kontribusi 36,3 persen. Nilai R-Square pengembangan wilayah mencapai 0,889, yang menunjukkan kuatnya peran kedua variabel tersebut dalam mendorong konektivitas, distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengaitan langsung antara eksistensi pelayaran rakyat dan pengembangan wilayah kepulauan, yang dirumuskan melalui pendekatan SOAR serta analisis kebijakan William N. Dunn.
"Pendekatan ini masih relatif jarang diterapkan dalam studi pelayaran rakyat di tingkat daerah. Dan lokasi penelitian saya di Kabupaten Kepulauan Selayar," ujar alumnus Teknik Perkapalan Unhas angkatan 2003 ini.
Sebagai rekomendasi, Teguh merumuskan empat strategi kebijakan utama: penguatan keselamatan pelayaran melalui modernisasi armada dan sertifikasi awak kapal; peningkatan kualitas layanan dan informasi publik melalui digitalisasi; perluasan akses dan jangkauan layanan ke pulau-pulau terpencil; serta pengembangan ekonomi maritim dan pariwisata bahari berbasis pelayaran rakyat
Dengan kelulusan ini, Teguh Pairunan Putra dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor.
Disertasinya diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus pijakan kebijakan dalam memperkuat peran pelayaran rakyat sebagai fondasi pembangunan wilayah kepulauan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (*)
-300x169.webp)







