Sport

Spanyol Pecah Kutukan 16 Tahun, Oyarzabal dan Porro Tumbangkan Austria 3-0

GOL PEMBUKA - Striker Mikel Oyarzabal mencetak gol pembuka bagi Spanyol saat melawan Austria dengan keunggulan 3-0, Jumat (3/7/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

HOUSTON, UNHAS.TV - Spanyol mengakhiri penantian panjang di fase gugur Piala Dunia. La Roja menang 3-0 atas Austria lewat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro, dalam pertandingan yang sempat diwarnai keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol Marc Cucurella.

Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama Spanyol di fase gugur Piala Dunia dalam 16 tahun. Tim asuhan Luis de la Fuente juga memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 34 pertandingan. Sepanjang turnamen ini, Spanyol belum sekali pun kebobolan.

Pedro Porro, bek kanan Tottenham Hotspur, mencetak gol internasional pertamanya untuk Spanyol pada menit ke-66. Ia menyundul bola dari jarak dekat, memastikan dominasi Spanyol tak hanya berhenti pada penguasaan bola. Gol itu menjadi pukulan telak bagi Austria yang sejak awal lebih banyak bertahan.

Spanyol membuka keunggulan melalui Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad itu menuntaskan umpan mendatar Cucurella dari sisi kiri. Gol tersebut mempertegas ketajamannya bersama tim nasional. Oyarzabal kini mencetak 17 gol dalam 16 laga terakhirnya sebagai starter Spanyol.

Sejak peluit awal, Austria terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Tim Ralf Rangnick sebelumnya nyaris gagal lolos ke fase gugur dan baru memastikan tempat setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 melawan Aljazair. Menghadapi Spanyol, mereka kembali dipaksa bertahan dalam blok rendah.

Pada menit ke-29, Dani Olmo nyaris membuka jalan bagi Spanyol. Ia melewati lawan dengan gerakan memutar, tetapi Stefan Posch masih mampu menggagalkan peluang itu.

Dari sepak pojok yang dilepaskan Lamine Yamal, Cucurella kemudian menjebol gawang Austria. Namun gol tersebut dianulir karena kiper Alexander Schlager dianggap mendapat gangguan.

Keputusan itu memicu protes pemain Spanyol. Meski demikian, mereka tak kehilangan kendali. Serangan terus mengalir. Schlager beberapa kali harus melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Austria tetap hidup.

Pada babak kedua, Austria tak menunjukkan perubahan berarti. Kebutuhan mencetak gol tidak membuat mereka lebih agresif. Mereka tetap menunggu kesempatan serangan balik, tetapi Spanyol cepat merebut kembali bola setiap kali kehilangan penguasaan.

Oyarzabal menutup laga pada menit ke-89, kembali dari assist Cucurella. Spanyol menang nyaman, tetapi ujian berikutnya diperkirakan lebih berat. Portugal atau Kroasia sudah menunggu di putaran selanjutnya. (*)