
Director SUIJI Promotion Office Hasanuddin University Prof Dr Ir Dorothea Agnes Rampisela MSc bersama mahasiswa Jepang peserta SUIJI SLP 2026. (unhas tv/venny septiani)
Prof. Motoko mengatakan SUIJI dirancang untuk membentuk mahasiswa menjadi servant leader, yakni pemimpin yang mampu melayani masyarakat serta memiliki perspektif global dan lokal.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi memahami realitas sosial dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” katanya.
Kegiatan lapangan di Malino difokuskan pada pembelajaran berbasis pengalaman, terutama di bidang agrokompleks. Mahasiswa akan mengunjungi desa-desa, berdiskusi dengan warga, mengamati kondisi lokal, serta merumuskan solusi sederhana atas persoalan yang mereka temukan.
Director SUIJI Promotion Office Hasanuddin University Prof Dr Ir Dorothea Agnes Rampisela MSc, mengatakan pola kegiatan SUIJI serupa dengan Kuliah Kerja Nyata.
Mahasiswa diminta terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat, seperti membantu menanam dan memanen padi, mempromosikan produk lokal, hingga mendukung perbaikan infrastruktur sederhana dengan tenaga sukarela.
“Mahasiswa diajar untuk peka terhadap masalah di masyarakat dan mencari solusi yang bisa dilakukan tanpa dana besar. Masalah itu mereka temukan sendiri melalui interaksi langsung, bukan dari laporan pejabat,” ujar Agnes.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya yang efektif. Mahasiswa Jepang belajar memahami konteks sosial dan pertanian di Indonesia, sementara mahasiswa Indonesia mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa internasional dalam kerja-kerja lapangan.
Program SUIJI dilaksanakan setiap tahun dengan skema pertukaran dua arah. Pada Februari, mahasiswa Jepang datang ke Indonesia, sedangkan pada September mahasiswa Unhas dan perguruan tinggi mitra Indonesia berangkat ke Jepang untuk mengikuti kegiatan serupa.
Selain kegiatan lapangan, SUIJI juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi magister dan doktor melalui skema joint program antaruniversitas.
Prof. Agnes berharap ke depan semakin banyak mahasiswa Jepang yang tertarik untuk belajar di Indonesia.
Menurut dia, kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat seperti SUIJI menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)


-300x169.webp)

-300x194.webp)



