
CEDERA. Gelandang Liverpool Wataru Endo mengalami cedera yang membuatnya meninggalkan lapangan. (the sun)
Sementara itu, Sunderland mencoba bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik. Harapan tuan rumah banyak tertuju pada Nilson Angulo, penyerang Ekuador yang baru menjalani debut starter setelah tampil singkat saat melawan Arsenal.
Ia diharapkan bisa memanfaatkan duel melawan Wataru Endo, yang bermain sebagai bek kanan dadakan menggantikan Dominik Szoboszlai yang absen.
Endo sempat gugup di awal laga, bahkan melakukan kesalahan lemparan ke dalam pada menit pertama. Namun gelandang asal Jepang itu segera bangkit dan tampil solid, membatasi ruang gerak Angulo.
Satu-satunya peluang sang penyerang hanyalah sepakan jarak jauh yang mudah diamankan Alisson Becker. Malam Endo sendiri berakhir lebih cepat akibat cedera pergelangan kaki di babak kedua.
Ketegangan meningkat menjelang jeda. Sunderland merasa dirugikan setelah Brian Brobbey terjatuh dalam duel dengan Ibrahima Konaté di kotak penalti.
VAR menilai insiden tersebut sebagai “saling menahan”, keputusan yang memicu kemarahan suporter tuan rumah.
Peluit babak pertama menjadi penyelamat bagi Sunderland, yang tertekan sepanjang paruh awal meski Liverpool hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari 14 percobaan.
Frustrasi Liverpool berlanjut di awal babak kedua. Hugo Ekitike sempat diganjar kartu setelah beradu dengan Roefs.
Wirtz kembali nyaris mencetak gol, namun aksi heroik Dan Ballard menggagalkan usahanya. Saat kekhawatiran mulai muncul di bangku cadangan Liverpool, momen penentu akhirnya datang.
Gol lahir dari skema sepak pojok yang telah beberapa kali dicoba Liverpool, dikenal sebagai “meat wall”. Tumpukan pemain di kotak enam yard membuat pertahanan Sunderland kewalahan.
Sepakan kaki kiri Salah dari sisi kanan disambut Van Dijk, yang menanduk bola ke tiang jauh. Habib Diarra sempat berada di garis gawang, tetapi reaksinya terlambat. Bola melewati garis dan memastikan keunggulan Liverpool.
Sunderland mencoba bangkit. Tuan rumah lolos dari kebobolan kedua setelah VAR menilai Enzo Le Fee tidak melakukan handball saat tembakan Salah mengenai lengannya.
Dorongan Sunderland semakin kuat di menit-menit akhir. Konaté harus melakukan tekel krusial untuk menghentikan Brobbey, sementara kecemasan menyelimuti kubu Liverpool ketika papan tambahan waktu menunjukkan tujuh menit.
Musim ini, Liverpool sudah enam kali kehilangan poin di masa injury time. Namun kali ini mereka bertahan. Serangan-serangan terakhir Sunderland mampu diredam hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Liverpool dalam 11 laga tandang terakhir. Lebih dari sekadar tiga poin, hasil ini menghidupkan kembali harapan The Reds di jalur Liga Champions.
Dengan jarak yang kini hanya dua poin dari Chelsea, Liverpool kembali menebar ancaman di papan atas—dan Virgil van Dijk sekali lagi membuktikan perannya sebagai pemimpin di saat paling genting. (*)





-300x169.webp)
-300x169.webp)
-300x189.webp)
