Mahasiswa

Tak Sekadar Lulus, Skripsi Mahasiswa Unhas Bedah Masalah Nyata di Tengah Masyarakat

Wisudawati dari Teknik Lingkungan Unhas Nurfadillah Maggu dan Vashajadyah Al Fadillah Ahmad. (unhas.tv/moh resha maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode Februari 2026 tak hanya menandai kelulusan ribuan mahasiswa, tetapi juga menghadirkan beragam karya ilmiah yang mengangkat persoalan nyata di tengah masyarakat.

Sejumlah wisudawan mempresentasikan skripsi dengan fokus pada isu kesehatan anak, pencemaran udara, hingga kebisingan di wilayah perkotaan.

Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Unhas, Muhammad Syafrialdi Budiman, mengkaji hubungan intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan anak usia prasekolah di wilayah peri urban.

Penelitian tersebut menilai seberapa besar pengaruh penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak pada usia dini.

“Skripsi saya menilai intensitas penggunaan gadget pada anak usia prasekolah, kemudian dikaitkan dengan perkembangan anak di wilayah peri urban,” ujarnya saat ditemui setelah prosesi wisuda, Rabu (4/2/2026).

Syafrialdi mengakui proses penyusunan skripsinya cukup menantang karena membutuhkan pengambilan data langsung di lapangan yang memakan waktu.

Ia berharap penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti selanjutnya, baik dari sisi metode, jumlah sampel, maupun lokasi penelitian.

“Harapan saya, penelitian ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan agar hasilnya semakin komprehensif,” tambahnya.

Sementara itu, dari Fakultas Teknik, mahasiswa Teknik Lingkungan Nurfadillah Maggu dan Vashajadyah Al Fadillah Ahmad mengangkat isu pencemaran lingkungan perkotaan melalui penelitian lapangan yang intensif.

Nurfadillah meneliti tingkat kebisingan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar dan membandingkannya dengan baku mutu yang berlaku.

“Skripsi saya membahas paparan kebisingan terhadap pengguna jalan berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan,” jelasnya.

Adapun Vashajadyah Al Fadillah Ahmad meneliti paparan partikulat halus (PM2,5) terhadap pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Penelitian tersebut dilakukan di beberapa ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jl AP Pettarani, Jl Urip Sumoharjo, dan Jl Letjen Hertasning.

“Kami fokus pada personal exposure, yaitu paparan langsung yang diterima pengendara motor dan pejalan kaki,” ungkapnya.

Keduanya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penelitian adalah proses pengambilan data di lapangan yang membutuhkan banyak personel, peralatan khusus, serta penyesuaian dengan kondisi cuaca.

Bahkan, proses pengukuran dilakukan hingga 12 jam dalam satu hari dengan interval waktu tertentu.

“Kalau ditanya tingkat kesulitannya, mungkin 9,5 dari 10, karena prosesnya cukup rumit dan melelahkan,” kata Vashajadyah.

Melalui skripsi yang mereka susun, para wisudawan berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya, khususnya di Kota Makassar yang masih minim kajian terkait paparan lingkungan terhadap pengguna jalan.

(Achmad Ghiffary M / Moh Resha Maharam / Unhas TV)