Mahasiswa

Tampilkan Dakwah Kreatif Mahasiswa pada Lomba Syarhil Quran di MTQM Unhas 2026, Ini Juaranya?

SYARHIL QURAN - Juara 1 Musbaqah Syarhil Quran dalam MTQM Unhas 2026 Alyanyala Syarifa, Najmul Janna, dan Sitti Asma Hasyim. (unhas tv/venny septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Cabang lomba syarhil Qur’an dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) Universitas Hasanuddin menjadi salah satu perlombaan yang menyita perhatian peserta dan penonton.

Berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Jumat (6/3/2026), lomba ini menampilkan dakwah kreatif mahasiswa melalui perpaduan tilawah, terjemahan, dan penjelasan makna ayat Al-Qur’an.

Berbeda dengan cabang tilawah yang menitikberatkan pada keindahan lantunan ayat suci, syarhil Qur’an menuntut peserta mampu menjelaskan kandungan ayat secara runtut dan komunikatif.

Peserta tidak hanya membaca ayat, tetapi juga menyampaikan tafsir dan pesan moral yang terkandung di dalamnya agar mudah dipahami oleh audiens.

Dalam perlombaan ini, setiap tim terdiri dari tiga orang dengan peran yang berbeda. Seorang peserta bertugas melantunkan ayat suci Al-Qur’an, peserta kedua menyampaikan terjemahan ayat, sementara peserta ketiga menjelaskan makna serta pesan yang terkandung dalam ayat tersebut.

Ketiga bagian penampilan itu harus disampaikan secara terstruktur dan saling melengkapi. Keselarasan antara tilawah, terjemahan, dan penjelasan menjadi salah satu aspek penting yang dinilai oleh dewan juri.

Salah satu tim yang berhasil mencuri perhatian sekaligus meraih juara pertama adalah tim yang terdiri atas Alyanyala Syarifa, Najmul Janna, dan Sitti Asma Hasyim. Ketiganya merupakan mahasiswa dari fakultas yang berbeda di Universitas Hasanuddin.

Najmul Janna berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Alyanyala Syarifa dari Fakultas Kedokteran Gigi, sementara Sitti Asma Hasyim merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian. Meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, ketiganya mampu menampilkan penampilan yang solid dan harmonis di hadapan juri.

Najmul Janna mengatakan, persiapan tim mereka sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa minggu sebelum perlombaan. Mereka membentuk tim dan mulai menyusun materi serta pembagian peran jauh sebelum pengumuman resmi lomba MTQM.

“Kami bertiga berasal dari fakultas yang berbeda. Saya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang membawakan saritilawah dari Fakultas Kedokteran Gigi, dan yang melantunkan tilawah dari Fakultas Pertanian. Persiapan tim sebenarnya sudah dimulai beberapa minggu sebelumnya,” kata Najmul.

Ia mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih juara pertama dalam perlombaan tersebut. Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka.

“Kami sebenarnya sangat terharu karena benar-benar tidak menyangka bisa meraih juara satu,” ujarnya.

Alyanyala Syarifa menambahkan, dirinya bersama Najmul sebenarnya pernah mengikuti lomba syarhil Qur’an pada tahun sebelumnya. Namun, saat itu mereka belum berhasil meraih juara.

Pengalaman tersebut justru menjadi motivasi bagi mereka untuk tampil lebih baik pada MTQM tahun ini. “Tahun lalu kami sudah pernah ikut, tetapi belum mendapatkan juara. Tahun ini kami memang meniatkan untuk tampil lebih baik, dan Alhamdulillah akhirnya bisa meraih juara,” kata Alyanyala.

Sementara itu, Sitti Asma Hasyim mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali mengikuti perlombaan ini setelah sempat absen pada tahun sebelumnya. Ia merasa bersyukur dapat bergabung dalam satu tim bersama Alyanyala dan Najmul.

Ketiganya juga memiliki kedekatan yang cukup unik. Mereka tinggal di asrama yang sama sebagai penerima Break Scholarship sehingga proses latihan dapat dilakukan dengan lebih fleksibel.

“Kami sebenarnya tinggal di satu asrama dan berasal dari program beasiswa yang sama. Karena satu rumah, kami bisa latihan kapan saja, bahkan pada malam hari,” ujar Najmul.

Meski persiapan tim telah dimulai sejak lama, latihan intensif baru dilakukan beberapa hari menjelang perlombaan.

“Latihan yang benar-benar fokus sebenarnya baru berjalan sekitar tiga hari, bahkan baru maksimal pada malam sebelum lomba,” kata Alyanyala.

Keberhasilan tim ini menunjukkan bahwa kekompakan, kerja sama, dan kesungguhan dalam memahami pesan Al-Qur’an menjadi kunci utama dalam perlombaan syarhil Qur’an.

Melalui cabang lomba ini, MTQM Universitas Hasanuddin diharapkan dapat mendorong mahasiswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami serta menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat luas.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)