MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota Makassar melepas 105 anggota kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, Jumat (10/4/2026).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menargetkan kontingen tersebut meraih juara umum setelah tahun lalu menempati posisi kedua.
Pelepasan berlangsung di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, hingga para camat.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemampuan para peserta. Ia menegaskan bahwa peningkatan prestasi menjadi keharusan bagi Makassar pada perhelatan tahun ini.
“Kalau tahun lalu kita juara dua, tahun ini tidak ada alasan untuk tidak juara umum,” kata Munafri.
Ia bahkan menjanjikan peningkatan bonus bagi kafilah jika target tersebut tercapai. Namun, Munafri menekankan bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata soal kompetisi, melainkan representasi kualitas generasi muda Makassar.
Menurut dia, para peserta harus menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan akidah serta akhlak. Hal itu dinilai penting dalam membangun generasi Qur’ani sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak kita harus memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akidah dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya menjaga adab selama mengikuti rangkaian MTQ. Ia menilai ajang tersebut bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antardaerah.
Kepada para ofisial dan pelatih, Munafri meminta agar menjaga kekompakan dan kondisi fisik peserta. Fokus dan kesiapan mental dinilai menjadi kunci dalam meraih hasil maksimal.
Komitmen Bina Generasi Qur'ani
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan, pelepasan kafilah merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membina generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
Menurut dia, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari komitmen membangun generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Aliyah.
Ia berharap seluruh peserta mampu tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik Kota Makassar di tingkat provinsi. Selain itu, MTQ diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Makassar Muhammad Syarif menjelaskan, total kontingen berjumlah 105 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.
Rinciannya, delapan pelatih dan 31 ofisial, sementara sisanya merupakan peserta yang akan berlaga di seluruh cabang lomba.
“Kita mengikuti 18 cabang lomba, baik putra maupun putri, termasuk tilawah, hafalan Al-Qur’an, tafsir, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah,” ujarnya.
Ia menyebut seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat dan pembinaan intensif melalui training center. Hal itu menjadi dasar optimisme bahwa Makassar memiliki peluang besar meraih juara umum.
Menurut Syarif, pelaksanaan MTQ berlangsung pada 10 hingga 19 April 2026 di Kabupaten Maros. Sebagian peserta bahkan telah lebih awal berada di lokasi untuk menjalani persiapan akhir.
Ia mengajak seluruh masyarakat Makassar memberikan dukungan dan doa agar target juara umum dapat tercapai. “Dengan persiapan yang matang, kami optimistis bisa meraih hasil terbaik,” kata Syarif.
Pemerintah Kota Makassar menempatkan ajang MTQ sebagai bagian dari strategi pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter generasi muda. Target juara umum menjadi simbol ambisi sekaligus ujian konsistensi pembinaan yang telah dilakukan selama ini. (*)
KAFILAH MTQ - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyerahkan dana dan melepas 105 anggota kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, Jumat (10/4/2026). (Humas Pemkot)








