Sport

Tersingkir di Piala Dunia 2026, Presiden Korea Selatan Tuntut Penyelidikan

Hong Myung-bo. Foto: @ActuFoot_

UNHAS.TV - Hasil buruk yang dicapai tim nasional Korea Selatan pada babak penyisihan grup final Piala Dunia 2026 berdampak pada tim kepelatihan. Begitu tiba di Korea Selatan, kepala pelatih Tim Nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, langsung menyatakan mengundurkan diri.

Hong Myung-bo gagal mewujudkan harapan besar bangsa Korea Selatan agar tim itu setidaknya bisa lolos ke babak 32 besar. Namun, dari tiga laga yang dijalani, Korea Selatan hanya bisa berada di urutan tiga Grup A dengan tiga poin hasil dari satu kali menang dan dua kali kalah.

Kekalahan itu juga membuat gusar Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Presiden bahkan meminta adanya penyelidikan khusus mengenai kinerja tim yang mengecewakan.

Hong Myung-bo sejak awal sudah banyak mendapat kritikan, utamanya ketika mencadangkan pemain bintang Son Heung-min dan baru memainkan pada babak kedua saat Korea Selatan menghadapi Afrika Selatan.

Pelatih Hong Myung-bo sengaja menyimpan Son agar ia bisa memberikan dampak yang lebih besar saat pemain lawan mulai kehilangan energi dan ruang bermain menjadi lebih terbuka. 

Namun, kenyataan di lapangan justru berkata sebaliknya. Pada menit 63, Thapelo Maseko, justru membuat Afrika Selatan unggul. Gol ini tidak berbalas hingga babak kedua berakhir. Impian peringkat 32 FIFA pun hancur di depan tim peringkat 60 FIFA.

"Kami tidak bisa meraih hasil yang diinginkan pendukung kami. Meski saya menyatakan mundur dari tim nasional, saya sama sekali tidak meninggalkan duni sepakbola Korea," kata Hong Myung-bo pada konferensi pers di Meksiko sebelum tim pulang.

Sebelumnya, Hong Myung-bo menyebut tugasnya sebagai pelatih tim nasional tidak akan mudah karena besarnya harapan bangsa Korea agar negeri itu bisa lebih berbicara di panggung Piala Dunia 2026. Keputusannya untuk mengambil tugas itu didasari atas tanggung jawabnya sebagai mantan pemain Tim Nasional Korea Selatan.(*)