KONAWE SELATAN, UNHAS.TV - Deru mesin truk pengangkut material listrik memecah suasana di Desa Lawisata, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bagi sebagian orang, kedatangan kendaraan itu mungkin hanya perjalanan biasa. Namun bagi warga Laonti, rombongan truk yang membawa tiang listrik PLN tersebut menjadi penanda berakhirnya penantian panjang selama puluhan tahun.
Kedatangan material jaringan listrik milik PT PLN (Persero) itu disambut haru oleh masyarakat setempat, termasuk kepala desa dan ibu desa.
Sejumlah warga mengabadikan momen tersebut dalam video yang kemudian diunggah akun Facebook Heriyanti Heriyanti pada Sabtu (3/10/2026). Postingan itu pun menyebar luas di media sosial.
“Kami masyarakat Laonti tidak bisa menahan rasa bahagia kami. Hanya bisa terharu sampai saya tidak bisa berkata-kata,” tulis Heriyanti dalam unggahannya.
Ia menyebut masuknya tiang listrik sebagai peristiwa bersejarah setelah 23 tahun Kabupaten Konawe Selatan berdiri.
Selama ini, masyarakat Laonti hidup dengan keterbatasan akses energi. Penerangan malam hari masih bergantung pada genset dan panel surya dengan kemampuan terbatas.
Kondisi geografis dan sulitnya akses jalan dari wilayah lain menjadi hambatan utama pengiriman material pembangunan jaringan listrik ke kawasan tersebut.
Kini, persoalan akses mulai teratasi melalui kerja sama antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Pembukaan jalur yang memungkinkan kendaraan pengangkut material mencapai Laonti menjadi langkah awal pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan kehadiran material jaringan listrik di Laonti merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui PLN.
“Listrik adalah kebutuhan dasar yang membuka banyak peluang, mulai dari mendukung aktivitas belajar anak-anak pada malam hari hingga mendorong pertumbuhan usaha masyarakat,” ujar Didik.
Menurut dia, tibanya tiang listrik merupakan hasil sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus bagian dari komitmen PLN menjangkau wilayah yang memiliki tantangan geografis.
PLN, kata Didik, akan melanjutkan tahapan pembangunan secara bertahap, mulai dari pemasangan jaringan, penyambungan, hingga pengoperasian listrik ke rumah-rumah warga.
“Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat serta pemerintah daerah agar pekerjaan ini berjalan lancar dan listrik segera menyala di Laonti,” katanya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, PLN berharap penantian panjang warga Laonti segera berganti dengan terang yang menghadirkan harapan baru bagi desa-desa lain.
LISTRIK - Proses pemancangan tiang listrik di Desa Laonti, Kabupaten Konawe Selatan oleh petugas dengan mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Sabtu (3/10/2026). Kehadiran listrik menjadi penantian warga Laonti selama 23 tahun. (Dok PLN UID Sulselrabar)

-300x171.webp)






