Terkini

Tiga Hari Pencarian, Bocah Enam Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Pampang

EVAKUASI - Tim SAR gabungan mengevakuasi Riskia Rahmat, bocah perempuan berusia enam tahun yang ditemukan meninggal di Sungai Pampang, Makassar, Senin (19/10/2026). Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian akibat dilaporkan hilang di Kanal Sinrijala. (Dok BPBD Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Setelah tiga hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan Riskia Rahmat, bocah perempuan berusia enam tahun yang dilaporkan hilang di Kanal Sinrijala, Kota Makassar.

Korban ditemukan meninggal dunia di kawasan Barawaja, Sungai Pampang, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Lokasi penemuan berjarak sekitar tiga hingga lima kilometer dari tempat korban terakhir dilaporkan hilang.

Riskia dilaporkan hilang pada Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 22.00 Wita. Berdasarkan informasi awal yang diterima tim pencarian, seorang anak yang berada di sekitar lokasi sempat melihat korban turun ke kanal sebelum akhirnya tenggelam.

Informasi tersebut menjadi titik awal operasi pencarian di sepanjang aliran kanal. Tim SAR gabungan kemudian menyisir Kanal Sinrijala hingga sejumlah titik aliran sungai yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban.

Operasi ini melibatkan sekitar 30 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), Balakar, unsur TNI dan Polri, serta pihak Kecamatan Panakkukang.

Penemuan jasad korban bermula ketika personel BPBD yang sedang menyalurkan air bersih menerima informasi mengenai jasad anak perempuan yang mengapung di kawasan Rappokalling, Sungai Pampang.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada anggota BPBD yang masih melakukan pencarian di wilayah Panakkukang.

Tim segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut sekaligus mengevakuasi korban. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, identitas jasad dipastikan sebagai Riskia, anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kanal Sinrijala.



Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr HM Fadli Tahar. (Dok BPBD)


Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr HM Fadli Tahar, mengatakan pencarian dilakukan sejak laporan kehilangan diterima pada Sabtu malam. Tim terus menyisir aliran kanal hingga memperoleh informasi mengenai penemuan jasad pada Senin pagi.

“Sejak kejadian, kami melakukan pencarian menyusuri sepanjang kanal sampai hari ini. Setelah mendapat informasi, tim kami segera menuju ke sana untuk memastikan dan mengevakuasi korban,” kata Fadli.

Menurut Fadli, Riskia selama ini tinggal bersama keluarganya di Makassar, sedangkan orang tuanya berdomisili di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Anak tersebut dititipkan kepada keluarga di Makassar. Setelah identitas korban dipastikan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, BPBD memutuskan membantu mengantarkan jenazah ke rumah duka di Barru.

Jenazah rencananya dibawa ke Barru pada hari yang sama setelah proses pemandian. Fadli menyebut pengantaran tersebut merupakan bagian dari pelayanan BPBD kepada keluarga korban hingga proses penanganan selesai.

“Orang tuanya di Barru. Sesuai kesepakatan keluarga, hari ini juga kami antarkan langsung ke rumah duka di Barru,” ujarnya.

BPBD Kota Makassar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Riskia dan mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur SAR gabungan dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan anak di sekitar kanal dan sungai yang melintasi kawasan permukiman.

Pengawasan orang dewasa diperlukan untuk mencegah anak bermain atau mendekati perairan terbuka tanpa pendampingan. Kanal dan sungai dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak yang belum mampu mengenali bahaya arus dan kedalaman air.

Pencarian Riskia berakhir setelah tiga hari, tetapi peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya pengawasan anak di lingkungan sekitar perairan.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)