MANGGARAI TIMUR, UNHAS.TV - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyalurkan bantuan logistik dan tikar kepada 40 kepala keluarga terdampak bencana di RT 012 Gongger Bawah, Desa Satapunda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Dikutip dari rilis Humas Unhas, bantuan itu diserahkan Kamis, 20 Agustus 2026, berupa 47 lembar tikar serta paket pangan antara lain beras, telur, kornet, bakso, dan mi instan.
Namun, sore harinya situasi berubah. Gempa susulan berkekuatan sekitar 4-5 magnitudo mengguncang wilayah itu. Satu rumah warga kembali runtuh. Dua orang mengalami luka ringan.
Muhammad Aflahal Mukmin, mahasiswa Hubungan Internasional Unhas angkatan 2023 yang tergabung dalam tim, mengatakan penyaluran bantuan sekaligus menjadi momen untuk mengamati langsung kondisi riil warga.
“Kami menyalurkan bantuan langsung. Selain itu, kami melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Gempa susulan mengubah skenario. Tim yang semata fokus mendistribusikan bantuan tiba-tiba harus berhadapan dengan ancaman baru. Aflahal mengakui tantangan di lokasi tidak ringan.

SALURKAN BANTUAN - Tim KKN-Tanggap Bencana Unhas menyalurkan bantuan logistik dan tikar kepada 40 KK terdampak bencana di Gongger Bawah, Manggarai Timur, Kamis (20/8/2026). Sore harinya, gempa susulan M 4-5 meruntuhkan satu rumah dan melukai dua warga. (Dok Humas Unhas)
“Setelah gempa susulan terjadi, kami menyadari kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Ini jadi tantangan tersendiri,” katanya. Keselamatan diri dan warga menjadi perhatian utama.
Peristiwa itu menjadi catatan penting bagi tim. Informasi tentang kerusakan baru, kondisi psikologis warga, dan daftar kebutuhan yang belum terpenuhi menjadi bahan penyesuaian strategi dukungan ke depan. Tim pun terus memantau titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan aparat setempat.
Kehadiran KKN-TB Unhas di Manggarai Timur sejak awal dirancang sebagai respons berbasis kebutuhan masyarakat, bukan sekadar seremonial.
Selain mendistribusikan logistik, mahasiswa melakukan pemetaan lapangan dan menjalin komunikasi lintas sektor untuk mendukung penanganan warga.
Hingga berita ini ditulis, tim masih berada di lokasi. Mereka melanjutkan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
Unhas menegaskan kontribusi ini bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung respons darurat dan proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur, yang hingga kini masih berulang kali diguncang gempa.
Situasi di Gongger Bawah menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan peristiwa tunggal. Gempa susulan membuktikan ancaman masih nyata.
Kehadiran tim KKN yang tetap bertahan di tengah dinamika itu, menurut sejumlah warga, setidaknya memberi rasa aman dan kepastian bahwa ada pihak yang memerhatikan nasib mereka.
Tapi bantuan logistik saja tak cukup. Yang lebih diperlukan kini adalah kepastian: apakah rumah-rumah yang masih berdiri aman dari guncangan berikutnya. (*)
SALURKAN BANTUAN - Tim KKN-Tanggap Bencana Unhas menyalurkan bantuan logistik dan tikar kepada 40 KK terdampak bencana di Gongger Bawah, Manggarai Timur, Kamis (20/8/2026). Sore harinya, gempa susulan M 4-5 meruntuhkan satu rumah dan melukai dua warga. (Dok Humas Unhas)

-300x179.webp)

-300x182.webp)




