Ekonomi
Sosial

Pascagempa Flores, PLN Pulihkan 11 Gardu Induk dan Kejar Normalisasi Listrik Warga

PEMULIHAN LISTRIK - Petugas PLN memperbaiki infrastruktur kelistrikan terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 11 gardu induk kembali bertegangan, sementara penormalan listrik pelanggan dilakukan bertahap secara menyeluruh. (Dok Threads PLN)

MANGGARAI, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa mengganggu sejumlah infrastruktur listrik di wilayah tersebut.

Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, sebanyak 11 gardu induk yang terdampak telah kembali bertegangan. Penormalan jaringan hingga ke pelanggan dilakukan secara bertahap.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan petugas langsung diterjunkan sesaat setelah gempa untuk memeriksa kerusakan dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan. Pemeriksaan dilakukan terhadap gardu induk, jaringan distribusi, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan,” kata Darmawan dalam konferensi pers dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Sabtu (15/8/2026) malam.

Menurut Darmawan, pemulihan sistem dilakukan secara bertahap setelah gardu induk berhasil kembali mendapat tegangan. Tahap berikutnya menyasar jaringan distribusi yang menyalurkan listrik langsung ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum.

Meski demikian, proses perbaikan belum sepenuhnya mudah. Sejumlah lokasi terdampak gempa masih menghadapi kendala akses. Kondisi tersebut mempengaruhi mobilisasi petugas dan peralatan menuju titik gangguan.

PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, dan Polri untuk mempercepat penanganan. Keselamatan petugas dan warga, menurut perusahaan, tetap menjadi pertimbangan utama dalam proses pemulihan di lapangan.

“Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” ujar Darmawan.

Pemulihan listrik menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Pasokan energi dibutuhkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung komunikasi, layanan kesehatan, fasilitas pemerintahan, hingga aktivitas penanganan kedaruratan.

Siaga Kelistrikan HUT Kemerdekaan

Di tengah pemulihan Flores, PLN juga tengah berada dalam status siaga nasional menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Lebih dari 45 ribu personel ditempatkan pada 2.275 titik siaga di seluruh Indonesia.

Secara nasional, PLN memperkirakan beban puncak pada 17 Agustus mencapai 42,6 gigawatt. Sementara daya mampu pembangkit berada di kisaran 51,6 gigawatt, sehingga terdapat cadangan sekitar 9 gigawatt atau 21,1 persen.

Perusahaan juga menyiapkan 1.517 genset, 559 Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 gardu bergerak. Untuk mendukung mobilisasi penanganan gangguan tersedia pula 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 sepeda motor operasional.

Darmawan mengatakan pengamanan kelistrikan nasional tidak membuat perhatian terhadap wilayah terdampak bencana berkurang. Menurut dia, kesiapsiagaan menjelang peringatan kemerdekaan berjalan bersamaan dengan pemulihan sistem di Flores.

PLN menargetkan proses penormalan jaringan terus dilakukan sampai pasokan listrik kembali menjangkau pelanggan di daerah terdampak. Prioritas diarahkan pada titik yang dapat segera dipulihkan, sembari menunggu akses menuju daerah yang masih sulit dijangkau kembali aman.

Bagi warga Flores yang terdampak gempa, pulihnya jaringan listrik menjadi salah satu tahapan penting menuju normalisasi aktivitas setelah bencana. PLN menyatakan petugas tetap disiagakan untuk menangani gangguan lanjutan selama proses pemulihan berlangsung. (*)