Ekonomi
Nasional

Tumbuh 34 Persen, Sherly Tjoanda Rayu Saudagar Bugis Makassar Garap Potensi Maluku Utara

EKONOMI - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos saat tampil sebagai pemateri dalam PSBM 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). Ia mengajak saudagar Bugis Makassar mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerahnya. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengajak saudagar Bugis Makassar mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerahnya.

Ajakan itu disampaikan dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-26 yang digelar di Phinisi Ballroom Lantai 2 Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Forum tahunan itu dihadiri menteri, wakil menteri, gubernur, anggota DPR RI, serta ribuan saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Di hadapan peserta, Sherly tampil sebagai salah satu narasumber bersama sejumlah kepala daerah lain yang memaparkan potensi unggulan wilayah masing-masing.

PSBM kali ini kembali menegaskan fungsinya bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang temu antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Di forum semacam ini, kepala daerah datang membawa peluang, sedangkan para saudagar hadir dengan jaringan, modal, dan pengalaman usaha yang sudah lama teruji.

Sherly memanfaatkan panggung itu untuk mempromosikan Maluku Utara sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ia menyebut wilayahnya mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada 2025, yakni 34 persen.

Angka itu dijadikan landasan optimisme bahwa Maluku Utara dapat berkembang sebagai salah satu gerbang ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Menurut dia, Maluku Utara menyimpan peluang besar di sejumlah sektor. Mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan, semuanya dinilai masih terbuka lebar untuk dikembangkan.

Komoditas seperti telur, ayam, kelapa, cengkeh, dan pala disebut memiliki potensi kuat untuk didorong ke tahap industri yang lebih maju.

Sherly juga menekankan pentingnya hilirisasi agar komoditas daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Ia membuka peluang bagi investor yang ingin membangun pabrik, memperkuat rantai produksi, dan meningkatkan nilai tambah hasil sumber daya alam di Maluku Utara.

“Kami welcome para pedagang Bugis Makassar yang berinvestasi, membuat pabrik, hilirisasi, untuk bersama-sama maju dengan Maluku Utara,” kata Sherly.

Saudagar Dipandang Mitra Strategis

Ajakan itu menunjukkan arah yang ingin dibangun pemerintah daerah: pertumbuhan ekonomi tidak cukup ditopang oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga perlu ditautkan dengan investasi, pengolahan industri, dan jejaring perdagangan.

Dalam konteks itu, saudagar Bugis Makassar dipandang sebagai mitra strategis karena memiliki tradisi niaga yang kuat serta jejaring lintas wilayah.

Dengan sumber daya alam yang melimpah dan ruang investasi yang masih luas, Maluku Utara mencoba memosisikan diri sebagai salah satu titik pertumbuhan baru di Indonesia Timur.

Melalui PSBM, pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan saudagar Bugis Makassar tidak berhenti pada pertemuan seremonial, melainkan berlanjut menjadi kerja sama usaha yang konkret, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

(Venny Septiani Semuel / Achmad Ghiffary M / Unhas TV)