Internasional
Pendidikan

Unhas dan Iran Jajaki Aliansi Strategis Pengembangan Teknologi Drone dan Alat Kesehatan

Delegasi Universitas Hasanuddin menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran sebagai simbol penguatan diplomasi sains dan komitmen membangun kolaborasi riset, teknologi drone, serta inovasi alat kesehatan. (Foto: Dok. Pribadi). Delegasi Universitas Hasanuddin menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran sebagai simbol penguatan diplomasi sains dan komitmen membangun kolaborasi riset, teknologi drone, serta inovasi alat kesehatan. (Foto: Dok. Pribadi).

JAKARTA,UNHAS.TV— Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka babak baru kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi melalui pertemuan resmi dengan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Kolonel Mohammad Nosrati, di Kantor Kedutaan Besar Iran, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan teknologi drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotika, serta rekayasa alat kesehatan rehabilitasi medik.

Delegasi Unhas dipimpin oleh salah satu dari Tim Technology Transfer Office (TTO), Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Eng., didampingi Supratman,SS.M.Sc,PhD dari Fakultas Ilmu Budaya dan Kaswadi dari PT EnerSky Innovation sebagai mitra industri. Kehadiran ketiga pihak tersebut merepresentasikan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan jejaring internasional dalam mempercepat hilirisasi hasil riset menuju implementasi yang lebih luas.

Integrasi Riset Menuju Hilirisasi Teknologi

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Andi Amijoyo memaparkan arah pengembangan riset Unhas yang mencakup teknologi UAV tipe fixed-wing dan multirotor, sistem navigasi otonom, integrasi kecerdasan buatan, hingga pengembangan perangkat medis untuk rehabilitasi. 

Seluruh bidang tersebut diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi riset bersama antara ilmuwan Indonesia dan Iran.

Teknologi drone yang dikembangkan Unhas diarahkan untuk berbagai kebutuhan strategis, seperti pertanian presisi, pemetaan wilayah, pengumpulan data spasial, pemantauan lingkungan, serta berbagai aplikasi sipil lainnya. 

Sementara itu, pengembangan alat kesehatan difokuskan pada rekayasa perangkat rehabilitasi medik yang berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Sebagai peneliti di bidang robotika dan mekatronika, Dr. Andi Amijoyo dikenal melalui sejumlah inovasi yang telah dikembangkan di Laboratorium Robotika dan Mekatronika Fakultas Teknik Unhas. 

Salah satu inovasi tersebut adalah Rice Seed Spreading Drone, drone penabur benih padi dengan sistem tanam berbaris yang menjadi salah satu pengembangan awal di Indonesia. 

Selain itu, timnya juga mengembangkan robot pemanen kelapa sawit dan robot bawah air sebagai bagian dari penguatan riset teknologi terapan.

Menurut Amijoyo, orientasi utama riset Unhas bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat ditransformasikan menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan nasional.

Kemajuan Iran di bidang teknologi kedirgantaraan, sistem UAV, robotika, dan teknologi kesehatan menjadi salah satu alasan utama Unhas menjajaki kolaborasi tersebut. 

Kedua belah pihak menilai bahwa kesamaan visi dalam pengembangan teknologi strategis membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Menanggapi paparan delegasi Unhas, Kolonel Mohammad Nosrati menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.

"Pada dasarnya kami sangat gembira dengan kunjungan delegasi Universitas Hasanuddin. Saya akan segera menyampaikan maksud kedatangan delegasi Unhas kepada Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta dan segera mengoordinasikannya dengan pihak di Teheran," ujar Nosrati.

Ia juga mengemukakan bahwa pihaknya akan mengupayakan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dalam waktu dekat guna mempertemukan para peneliti dari kedua negara sebagai langkah awal penyusunan program kerja sama yang lebih konkret.

Drone pertanian buatan Iran memperkuat pertanian presisi melalui penyemprotan cepat, efisien, dan berbasis teknologi. (Foto: Istimewa)
Drone pertanian buatan Iran memperkuat pertanian presisi melalui penyemprotan cepat, efisien, dan berbasis teknologi. (Foto: Istimewa)


Dukungan Penuh Pimpinan Universitas

Inisiatif kerja sama tersebut memperoleh dukungan dari jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari strategi internasasionalisasi riset dan inovasi.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal seluruh proses hilirisasi inovasi, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual dan penguatan aspek komersialisasi hasil penelitian.

"Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual sangat mendukung langkah strategis yang dilakukan oleh Dr. Amijoyo dan tim. Kami siap mengawal agar setiap invensi yang lahir dari kolaborasi ini memperoleh perlindungan kekayaan intelektual yang kuat serta memiliki peluang untuk memasuki ekosistem industri global," ujar Asmi.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), yang menilai kolaborasi internasional semacam ini merupakan bagian penting dari penguatan ekosistem akademik universitas.

"Ini merupakan langkah yang sangat progresif. Kolaborasi di bidang teknologi maju seperti kecerdasan buatan dan drone akan memperkuat reputasi akademik Universitas Hasanuddin sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat dalam jejaring riset internasional," ungkap Prof. Ruslin.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., juga menyampaikan komitmen institusi untuk memberikan dukungan penuh terhadap setiap kesepakatan yang dihasilkan sepanjang selaras dengan kepentingan pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

"Silakan dibicarakan dan dirumuskan dengan baik bersama pihak Iran. Universitas akan memberikan dukungan penuh terhadap setiap keputusan yang disepakati demi pengembangan riset, inovasi, dan kerja sama akademik yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," tegas Prof. Jamaluddin Jompa.

Menuju Kemitraan Akademik Indonesia–Iran

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan program kerja sama yang lebih komprehensif. Agenda yang direncanakan meliputi penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan laboratorium kolaboratif, alih teknologi, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri.

Pihak Kedutaan Besar Republik Islam Iran juga menyampaikan harapan agar delegasi Universitas Hasanuddin dapat melakukan kunjungan akademik ke Teheran guna melihat secara langsung pusat-pusat riset dan pengembangan teknologi di Iran. 

Sebagai tindak lanjut, Unhas juga membuka peluang kunjungan balasan para ilmuwan Iran ke Makassar untuk memperkuat jejaring kolaborasi dan mempercepat implementasi program yang telah dirintis.

Pertemuan di Jakarta tersebut menjadi titik awal bagi pengembangan diplomasi sains yang lebih substantif antara Indonesia dan Iran. 

Melalui kolaborasi berbasis riset, inovasi, dan transfer teknologi, Universitas Hasanuddin berupaya memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.(*)