Lingkungan
Pendidikan

Unhas dan Kementerian ESDM Bahas Kolaborasi Pengembangan Energi Baru Terbarukan

ENERGI TERBARUKAN - Unhas menggelar Sarasehan Nasional Energi Terbarukan bersama Prof Eniya Listiani Dewi di Ruang Arsjad Rasjid Theater Lecture, Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (10/9/2026). Kegiatan membahas pengembangan energi hijau melalui kolaborasi perguruan tinggi menuju kemandirian energi bangsa nasional berkelanjutan. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Sarasehan Nasional Energi Terbarukan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi BEng MEng IPU untuk membahas berbagai peluang pengembangan energi hijau dan kolaborasi bersama perguruan tinggi.

Sarasehan Nasional Energi Terbarukan Unhas mengangkat tema “Katalisasi Potensi Energi Hijau Multisektor: Peran Strategis Unhas Menuju Kemandirian Energi Bangsa” dan berlangsung di Ruang Arsjad Rasjid Theater Lecture, Unhas, Makassar, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa materi yang dibahas dalam kuliah umum mencakup berbagai isu, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, metalurgi, recycle, critical minerals, hingga kebutuhan pengembangan teknologi baterai.

“Alhamdulillah hari ini memberikan kuliah umum yang tanggapan dari mahasiswa juga bagus sekali, jadi terinspirasi. Tadi ada beberapa hal yang perlu kita cermati masalah isu sosial, masalah ekonomi, masalah metalurgi mengenai recycle, lalu critical minerals, juga kebutuhan baterai,” ujar Eniya.

Ia menyampaikan bahwa ke depan terdapat peluang kolaborasi antara Kementerian ESDM dan Universitas Hasanuddin, termasuk gagasan pembentukan kantor perwakilan Kementerian ESDM di lingkungan Unhas.

“Ke depan saya yakin ada banyak kolaborasi. Bahkan akan ada, lagi saya pikirkan, kantor perwakilan Kementerian ESDM di Unhas,” jelasnya.

Selain itu, Eniya juga memberikan apresiasi terhadap rencana Universitas Hasanuddin dalam memanfaatkan energi baru terbarukan pada berbagai fasilitas kampus dengan konsep green building.

“Saya tadi juga sangat apresiasi sekali kepada Pak Rektor karena sudah menyebutkan berbagai gedung yang ada di universitas ini nanti bisa menggunakan berbagai EBT yang bisa digabungkan dan juga menggunakan konsep green building,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyampaikan kesiapan Unhas dalam menerima kolaborasi dengan Kementerian ESDM terkait pengembangan energi baru terbarukan.

“Kita ini sesuatu yang sangat bukan lagi pilihan, insyaallah. Indonesia harus bangkit, bukan hanya tumbuh tinggi, tumbuh cepat, tapi juga tumbuh hijau,” ujar Jamaluddin Jompa.

Rektor Unhas menjelaskan bahwa energi baru terbarukan dan efisiensi energi perlu menjadi bagian dari kebijakan universitas.

“Harus energi baru terbarukan dan juga efisiensi-efisiensi energi ini harus menjadi bagian dari lifestyle kita, kebijakan Unhas,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Hasanuddin telah memiliki kebijakan terkait target zero emission, termasuk penggunaan kendaraan listrik.

“Peraturan Rektor Unhas sudah keluar tentang target zero emission. Sehingga mulai tahun ini tidak ada lagi pembelian mobil kendaraan dinas yang tidak menggunakan baterai, semua harus kendaraan listrik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin Jompa juga menyampaikan bahwa pengembangan kerja sama energi dapat melibatkan berbagai bidang keilmuan di Universitas Hasanuddin.

“Kita harapkan SDM-SDM unggul itu lahir dari Unhas. Makanya kita tadi undang memang dari metalurgi dulu karena ruangannya terbatas, tapi ke depan juga akan banyak bidang-bidang lain termasuk ekonomi, bahkan pertanian, peternakan, dan sebagainya,” katanya.

Melalui Sarasehan Nasional Energi Terbarukan, Unhas dan Kementerian ESDM membahas peluang kerja sama dalam pengembangan energi baru terbarukan, efisiensi energi, serta penguatan sumber daya manusia di bidang energi.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)