MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin meneken nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor mineral nasional.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) itu berlangsung di Ruang Rapat Rektor, lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (16/6/2026).
MoU tersebut ditandatangani Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc dan Direktur Utama Perminas Gilarsi W Setijono.
Sejumlah pimpinan kedua lembaga hadir dalam kegiatan itu, antara lain Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Adi Maulana ST MPhil, pimpinan LPPM Unhas, serta jajaran direksi dan komisaris Perminas.
Prof Jamaluddin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas mempertemukan kapasitas akademik kampus dengan kebutuhan industri.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus menghadirkan solusi riset yang dapat menjawab persoalan pembangunan.
“Universitas Hasanuddin memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan solusi berbasis riset bagi berbagai tantangan pembangunan,” kata Prof Jamaluddin.
Ia berharap kemitraan dengan Perminas membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program yang memberi manfaat bagi masyarakat dan industri.
Direktur Utama Perminas, Gilarsi W Setijono, menyambut kerja sama itu sebagai langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan dan berdaya saing.
.webp)
GANDENG PERMINAS - Unhas meneken nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor mineral nasional di Ruang Rapat Rektor, lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (16/6/2026). (Dok Humas Unhas)
Ia menilai perguruan tinggi merupakan mitra strategis industri, terutama dalam mendorong inovasi dan menyiapkan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Menurut Gilarsi, sektor mineral menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
"Karena itu, kolaborasi dengan kampus diperlukan agar pengembangan teknologi dan pengelolaan sumber daya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan, efisiensi, hilirisasi, dan nilai tambah nasional," ujarnya.
Melalui nota kesepahaman ini, Unhas dan Perminas sepakat menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta program strategis lain yang mendukung pembangunan nasional.
Setelah penandatanganan, kedua pihak menggelar diskusi untuk memetakan peluang kolaborasi yang dapat segera ditindaklanjuti.
Forum itu membahas kemungkinan program konkret yang mempertemukan kebutuhan industri mineral dengan kepakaran akademik Unhas, termasuk penguatan riset terapan dan pengembangan talenta teknis.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset mineral nasional sekaligus memperkuat posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, terutama pada sektor strategis berbasis sumber daya alam. (*)
GANDENG PERMINAS - Unhas meneken nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor mineral nasional di Ruang Rapat Rektor, lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (16/6/2026). (Dok Humas Unhas)


-300x201.webp)





