Karier
Pendidikan

Unhas Kukuhkan Lima Guru Besar, Rektor Dorong Inovasi dan Produktifitas Karya Ilmiah

Unhas mengukuhkan lima guru besar baru di Ruang Senat Akademik, Gedung Rektorat Unhas, Rabu (26/8/2026). Rektor Prof Jamaluddin Jompa dorong produktivitas dan publikasi ilmiah para guru besar. (Dok Humas Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin mengukuhkan lima guru besar baru dalam rapat paripurna Senat Akademik di Ruang Senat Rektorat Unhas, Makassar, Rabu (26/8/2026). Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Lima akademikus yang dikukuhkan ialah Prof Dr drg Maria Tanumi Hardja MDSc, Prof Dr drg Asdar MKes, dan Prof Dr drg Juni Jekti Nugroho SpKG SubSp KE dari Fakultas Kedokteran Gigi.

Dua guru besar lainnya adalah Prof Dr Ir Budiaman MP IPU dari Fakultas Kehutanan serta Prof Dra Herawaty Abbas MHum MA PhD dari Fakultas Ilmu Budaya.

Pengukuhan dilakukan Ketua Dewan Profesor Unhas Prof Dr Andi Pangerang Moenta SH MH. Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar Universitas Hasanuddin kini mencapai 487 orang. Kelimanya sekaligus diterima secara resmi sebagai anggota Dewan Profesor Unhas.

Dalam pidato ilmiah, para profesor menguraikan gagasan dan hasil penelitian dari disiplin masing-masing. Tema yang disampaikan mencakup kesehatan gigi dan mulut, peranan lebah madu dalam pembangunan bangsa, serta kesusastraan Australia sebagai ruang dialog budaya.

Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan kreativitas kelima guru besar menunjukkan luasnya potensi keilmuan kampus.

Menurut dia, pengukuhan bukan puncak perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk menghasilkan karya bermanfaat.

“Kelimanya luar biasa, kreativitasnya keren. Kita sangat bahagia, berbangga, dan berterima kasih,” kata Prof Jamaluddin seusai pengukuhan.

Ia berharap para profesor semakin bersemangat, produktif, dan konsisten melahirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Jamaluddin menilai kontribusi guru besar tidak cukup berhenti pada penyelesaian persoalan sesuai bidang keahlian. Riset kesehatan gigi dan mulut, misalnya, diharapkan turut membuka peluang inovasi, memperkuat pengembangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga meminta para profesor membangun kolaborasi lintas disiplin agar temuan akademik dapat diterapkan secara lebih luas.

Perguruan tinggi, menurut dia, perlu memastikan pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya tersimpan dalam publikasi, tetapi hadir sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.

Melalui pengukuhan ini, Unhas berharap lima guru besar tersebut memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kampus juga mendorong mereka menghasilkan terobosan yang menopang pertumbuhan ekonomi serta kemajuan Indonesia secara berkelanjutan.

Kehadiran profesor baru itu dinilai memperbesar kapasitas Unhas dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, nasional, dan global melalui ilmu pengetahuan yang relevan, terukur, serta berpihak pada kebutuhan publik luas.

(Amina Rahma Ahmad / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)