MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan inovasi berbasis riset melalui pelepasan drone penyemprot (sprayer) dan penabur benih yang akan dimanfaatkan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Inovasi karya anak bangsa tersebut telah mendapat pengakuan secara nasional dan dipercaya oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk digunakan dalam mendukung aktivitas pertanian modern.
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Universitas Hasanuddin sekaligus Indonesia.
Menurutnya, drone yang dikembangkan Unhas tidak hanya digunakan di Makassar, tetapi telah dimanfaatkan di berbagai wilayah di Indonesia.
"Kita sesungguhnya harus bersyukur sebesar-besarnya karena Unhas bukan hanya memproduksi drone untuk dipakai di Makassar, tetapi sudah dipakai di seluruh Indonesia," ujarnya.
"Memang saat ini jumlahnya baru sekitar 50 unit, tetapi jangkauannya sudah mencakup berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa secara nasional drone ini telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian," jelas Prof JJ --sapaan rektor Unhas.
Prof Jamaluddin menjelaskan bahwa sebelum digunakan secara luas, drone tersebut telah melalui berbagai tahapan pengujian hingga akhirnya dinyatakan layak dan efektif untuk membantu kegiatan pertanian.
Teknologi ini dirancang untuk melakukan penyemprotan secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja para petani.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan drone tersebut merupakan bukti kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menghasilkan teknologi yang kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian nasional.
"Drone ini adalah karya anak bangsa yang dibuat oleh Universitas Hasanuddin. Kita tentu bangga sebagai keluarga besar Unhas, tetapi juga harus bangga sebagai bangsa Indonesia karena telah mampu menghasilkan teknologi sendiri untuk mendukung pertanian yang lebih modern," katanya.
Dipimpin Direktur Inovasi
Pengembangan inovasi drone pertanian ini dipimpin oleh Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD.
Adapun Ketua Inventor adalah Dr Eng Ir Andi Amijoyo Mochtar ST MEng bersama tim pengembang di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha (WR V) Unhas Prof Dr Amir Ilyas SH MH.
Kepercayaan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap inovasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan nilai lebih dari Rp11 miliar.
Menurut Prof. Jamaluddin, setiap unit drone memiliki nilai sekitar Rp220 juta hingga Rp230 juta karena dilengkapi teknologi otomatisasi yang mampu melakukan penyemprotan secara presisi sesuai kebutuhan di lapangan.
"Teknologi ini memang canggih. Drone dapat memberikan layanan penyemprotan secara otomatis dan akurat sesuai kebutuhan petani. Karena itu, kami optimistis inovasi ini akan semakin banyak dimanfaatkan," jelasnya.
Ke depan, Unhas menargetkan pemanfaatan drone tidak hanya semakin luas di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
Prof Jamaluddin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah negara sebagai langkah awal menuju ekspor drone karya Universitas Hasanuddin.
"Kami berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi ini. Bahkan, kami sudah mulai berkomunikasi dengan beberapa negara dan menargetkan tahun depan drone buatan Unhas sudah dapat memasuki pasar internasional," pungkasnya.
Melalui inovasi ini, Universitas Hasanuddin berharap dapat memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
(Mustika Syaharuddin / Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
DRONE PERTANIAN - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama jajaran pimpinan Unhas mengenalkan drone pertanian hasil inovasi Unhas di LT 1 Rektorat Unhas, Sabtu (25/7/2026). Drone pertanian buatan Unhas dikembangkan bersama Kementerian Pertanian dan PT EnerSky Innovation untuk penyemprotan presisi serta penaburan benih. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)








