MAKASSAR, UNHAS.TV - Pusat Studi Kebencanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas), menggelar Seminar dan Sosialisasi Peluncuran Buku “Geology of The Sulawesi Region”, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang menggandeng Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah (Pengda) Sulselbar dan Earth Resources Management Research Group (ERMRG) tersebut diadakan di Ballroom Unhas Hotel & Convention.
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi geologi sekaligus kesiapsiagaan bencana di Sulawesi, wilayah yang dikenal memiliki struktur geologi paling kompleks di Indonesia.
Ketua IAGI Pengda Sulselbar yang juga Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil, menjelaskan buku itu telah diterbitkan sejak 2025, namun baru resmi diluncurkan tahun ini bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
“Buku ini kami bagikan kepada banyak stakeholder, mulai dari sekolah, perusahaan, LSM, hingga BPBD agar menjadi referensi ke depan, terutama yang berkaitan dengan geologi Sulawesi,” ujarnya.
Menurut Prof Adi yang juga merupakan salah satu penulis buku tersebut, buku setebal sekitar 1.200 halaman yang berbahasa Inggris, disusun selama lima tahun, dengan proses riset yang berlangsung hampir dua dekade.
Awalnya, penyusunan ditargetkan selesai dalam dua tahun, namun berbagai kesibukan akademik membuat prosesnya lebih panjang.

Ketua IAGI Pengda Sulselbar yang juga Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil. (Unhas TV/Moh Resha Maharam)
Ia menegaskan, Sulawesi merupakan pulau yang unik dengan bentuk menyerupai huruf K, memiliki empat lengan utama, dikelilingi laut dalam, serta topografi pegunungan yang rumit.
Dari sisi tektonik, Sulawesi dipengaruhi proses subduksi, kolisi, dan sesar aktif, sehingga rentan terhadap gempa bumi, tsunami, longsor, dan aktivitas gunung api.
“Pulau Sulawesi ini sangat menarik. Banyak ilmuwan dunia datang ke sini untuk meneliti proses-proses geologi yang menyusun bumi,” katanya.
Selain membahas ancaman kebencanaan, buku tersebut juga memuat potensi sumber daya mineral serta perspektif pembangunan masa depan. Karena itu, Prof Adi menilai buku tersebut penting sebagai rujukan pembangunan daerah, mitigasi bencana, hingga pendidikan.
“Semakin banyak masyarakat memahami geologi, semakin banyak juga manusia yang bisa terselamatkan ketika terjadi bencana, karena mereka tahu apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Bagikan Buku Gratis
Dalam kegiatan itu, panitia juga membagikan buku secara gratis kepada peserta. Sebanyak 70 eksemplar diserahkan langsung pada hari peluncuran, sementara sisanya akan dibagikan ke sekolah dan pesantren.
Kepala Pusat Studi Kebencanaan LPPM Unhas, Dr Eng Ilham Alimuddin ST MGIS, mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan referensi ilmiah yang dapat membantu pemangku kepentingan memahami tingkat kerawanan bencana di Sulawesi.
“Semua peta tingkat kerawanan bencana itu didasarkan pada kondisi geologi suatu wilayah. Kalau kita mengetahui geologinya, maka kita bisa tahu tingkat kerawanannya,” ujarnya.
Menurut Ilham, pemahaman tersebut sangat penting dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan kapasitas masyarakat.
Selain seminar dan bedah buku, panitia juga menghadirkan media edukasi berupa permainan monopoli kebencanaan. Melalui permainan interaktif itu, anak-anak diperkenalkan pada pengetahuan dasar mengenai gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung api.
“Kami berharap pendekatan yang menyenangkan seperti ini dapat meningkatkan literasi bencana dan membentuk generasi yang tangguh terhadap risiko bencana,” tuturnya.
(Achmad Ghiffary M / Moh. Resha Maharam / Unhas TV)
BUKU GEOLOGI - Pusat Studi Kebencanaan LPPM Unhas menggelar Seminar dan Sosialisasi Peluncuran Buku “Geology of The Sulawesi Region”, di Hotel Unhas & Convention, Makassar, Rabu (2942026). (Unhas TV/Moh Resha Maharam)
-300x188.webp)







