Mahasiswa
Pendidikan

Unhas Matangkan Persiapan KKN 116 Lewat Sistem Adaptif dan Program Tematik

Kepala Pusat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat Dr Ir Syarifuddin Mabe Parenreng ST MT IPU. (Unhas TV/Nur Ainun Jariah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 melalui sistem pelaksanaan yang lebih adaptif serta program-program tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan mitra kerja sama.

Saat ini, pelaksanaan KKN Gelombang 116 telah memasuki tahap akhir persiapan. Pihak pelaksana diketahui telah melakukan asesmen bersama pemerintah daerah, kementerian, hingga berbagai mitra untuk menentukan lokasi dan kebutuhan program kerja di masing-masing wilayah penempatan.

Sementara itu, mahasiswa juga telah menyelesaikan proses pendaftaran dan pemilihan lokasi sesuai tematik KKN yang tersedia.

Kepala Pusat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat Dr Ir Syarifuddin Mabe Parenreng ST MT IPU, mengatakan pelaksanaan KKN kali ini mengusung konsep yang lebih adaptif dibanding tahun-tahun sebelumnya sehingga mengalami tranformasi.

Jika sebelumnya mahasiswa hanya mendaftar dan menerima penempatan lokasi, kini mahasiswa diberikan kesempatan memilih lokasi dan tema KKN sesuai minat dan kompetensi masing-masing.

“Kalau model KKN dulu, mahasiswa mendaftar lalu menerima keputusan ditempatkan di mana. Kalau sekarang kita melakukan transformasi KKN yang lebih adaptif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum menentukan lokasi KKN, pihak pelaksana terlebih dahulu melakukan asesmen bersama pemerintah daerah dan mitra terkait guna melihat kebutuhan yang dapat dikembangkan melalui program pengabdian mahasiswa.

“Setelah kita ketemu dengan mitra, pemerintah daerah, dan kementerian, kita kemudian meramu lokasi-lokasi yang memungkinkan untuk pelaksanaan KKN 116,” jelasnya.

Selain sistem yang lebih adaptif, pelaksanaan KKN Gelombang 116 juga difokuskan pada berbagai program tematik yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mitra di lapangan.

Syarif mengatakan, program tematik KKN lahir dari hasil diskusi bersama pemerintah daerah, kementerian, hingga berbagai lembaga yang membutuhkan kontribusi mahasiswa dalam pelaksanaan program tertentu.

“Tematik itu lahir dari kebutuhan mitra atau masyarakat. Jadi kami sesuaikan antara kebutuhan di lapangan dengan kompetensi mahasiswa,” katanya.

Ada 27 Program Tematik KKN 

Saat ini, Universitas Hasanuddin memiliki sekitar 27 program tematik KKN yang mencakup berbagai bidang, mulai dari literasi, kesehatan, infrastruktur, inovasi desa, hingga perlindungan anak dan perempuan.

Beberapa program tematik juga dibentuk berdasarkan kebutuhan khusus dari kementerian maupun pemerintah daerah. Salah satunya terkait pemberdayaan masyarakat, pengembangan hasil pertanian, edukasi perlindungan anak, hingga penguatan literasi masyarakat.

Dalam proses penempatan, mahasiswa pada umumnya akan ditempatkan sesuai lokasi pilihan mereka. Namun, pihak pelaksana tetap mempertimbangkan kebutuhan keilmuan tertentu apabila terdapat permintaan khusus dari mitra atau kementerian terkait.

“Kalau ada permintaan dari kementerian atau mitra yang membutuhkan keilmuan tertentu, tentu kita akan mencari mahasiswa yang kompetensinya sesuai,” tambahnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, mahasiswa peserta KKN nantinya akan mendapatkan dua jenis pembekalan, yakni pembekalan umum dan pembekalan khusus sesuai bidang tematik masing-masing.

“Kalau tematik literasi, maka pembekalannya tentang literasi. Kalau BPOM tentu berbeda lagi karena kebutuhannya juga berbeda,” ujarnya.

Berdasarkan rencana pelaksanaan, pemberangkatan mahasiswa KKN akan dimulai pada 1 Juli mendatang dan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026.

Meski pelaksanaan KKN tematik dinilai menambah tantangan bagi pihak pelaksana karena setiap program memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, konsep tersebut dianggap mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Tantangan terbesar itu karena setiap tematik punya kebutuhan yang berbeda-beda. Tetapi dengan cara begitu, dampaknya lebih terasa,” jelasnya.

Pihak pengelola berharap kehadiran mahasiswa KKN nantinya tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

“Harapannya keberadaan anak KKN ini tidak menjadi beban, tetapi justru memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

(Nur Ainun Jariyah Munawar / Unhas TV)