
PELATIHAN K3. Jajaran Direktur PT Hadin menghadiri pelatihan K3 Unhas di Gedung Ipteks, Kamis (20/3/2025). (dok unhas.tv)
Selain itu, Prof Lalu juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan terkait K3. “Kegiatan ini sangat baik karena memberikan pemahaman kepada seluruh civitas akademika dan perusahaan di Unhas agar menerapkan standar K3 yang sesuai. Dengan begitu, keselamatan kerja tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga budaya di lingkungan kampus,” tambahnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Rita, menilai bahwa acara ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya memiliki duta K3 di setiap unit kerja.
“Sosialisasinya sangat bermanfaat, karena setiap unit kerja seharusnya memiliki duta K3 yang bertanggung jawab memastikan standar keselamatan diterapkan. Saya melihat masih ada unit kerja yang belum memiliki duta K3, dan ini perlu diusulkan agar setiap kegiatan memiliki standar keselamatan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Occupational Health", penerapan sistem manajemen keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi angka kecelakaan hingga 40%.
Di lingkungan akademik, risiko kerja sering kali kurang disadari, padahal potensi kecelakaan seperti lakalantas, kebakaran laboratorium, terpeleset di area kampus, hingga paparan bahan kimia tetap ada.
Ke depannya, Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja melalui pelatihan rutin, peningkatan fasilitas keamanan, dan optimalisasi sistem manajemen K3 berbasis teknologi.
Dengan langkah ini, diharapkan Unhas tidak hanya meraih sertifikasi ISO 45001, tetapi juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan budaya keselamatan kerja yang optimal. (*)
(Andi Putri Najwah/ Muhammad Syaiful/ Unhas.TV)