MAKASSAR, UNHAS.TV - Unhas Press dan Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi Prisma resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama penerbitan, publikasi, dan pengembangan literasi di Universitas Hasanuddin, Kamis (11/6/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Pemimpin Redaksi Prisma, Fajar Nur Sahid, dan Direktur Utama PT Hadin Media Nusantara (HMN) selaku pengelola Unhas Press, Yusran Darmawan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem penerbitan akademik, memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya pemikiran, serta mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, penulis, dan pengelola publikasi ilmiah.
Kesepakatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas dan jangkauan publikasi ilmiah, sekaligus memperluas diseminasi gagasan sosial, ekonomi, politik, dan budaya kepada masyarakat.
Prisma merupakan jurnal pemikiran sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).
Sejak pertama kali terbit pada 1971, Prisma dikenal sebagai salah satu jurnal pemikiran paling berpengaruh di Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, jurnal ini menjadi ruang perjumpaan gagasan para akademisi, peneliti, ekonom, budayawan, dan pengambil kebijakan dalam membahas berbagai isu strategis kebangsaan.


Direktur Utama PT Hadin Media Nusantara (HMN), Yusran Darmawan, mengatakan kolaborasi dengan Prisma memiliki makna penting karena mempertemukan dua institusi yang sama-sama bergerak dalam penyebaran pengetahuan.
“Prisma bukan sekadar jurnal. Selama puluhan tahun, Prisma menjadi salah satu ruang intelektual paling berpengaruh di Indonesia. Banyak gagasan besar tentang demokrasi, ekonomi, politik, dan kebudayaan lahir dari halaman-halaman Prisma. Karena itu, kerja sama ini merupakan kehormatan bagi Unhas Press sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan pengetahuan hingga ke Indonesia Timur,” ujarnya.
Menurut Yusran, Universitas Hasanuddin memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil-hasil pemikiran akademik tidak berhenti di ruang kampus, melainkan dapat diakses dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan lebih banyak kegiatan literasi, diskusi publik, peluncuran buku, penerbitan bersama, hingga pengembangan berbagai konten pengetahuan yang menjangkau publik. Pengetahuan harus terus bergerak dan menemukan pembacanya,” katanya.
Berdasarkan dokumen kerja sama, ruang lingkup kolaborasi mencakup penerbitan dan publikasi buku, jurnal, majalah, serta karya ilmiah lainnya. Selain itu, kedua pihak akan melakukan pertukaran informasi dan sumber daya yang mendukung kegiatan penerbitan, menyelenggarakan seminar, diskusi, lokakarya, pelatihan, bedah buku, serta berbagai kegiatan ilmiah lainnya.
Kerja sama tersebut juga meliputi kolaborasi dalam proses penyuntingan, desain, produksi, distribusi publikasi, promosi karya ilmiah melalui media cetak maupun digital, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang penerbitan dan pengelolaan publikasi ilmiah.
Yusran berharap kolaborasi antara Unhas Press, Prisma, dan LP3ES dapat menjadikan Makassar sebagai salah satu simpul penting penyebaran gagasan dan literasi di kawasan timur Indonesia. Apalagi, Unhas Press kini memasuki tahapan profesional dan kemandirian.
“Selama ini banyak diskursus penting lahir dan berkembang di Jakarta. Kami ingin menghadirkan ruang yang sama kuatnya di Indonesia Timur. Kolaborasi dengan Prisma dan LP3ES membuka peluang besar untuk mempertemukan gagasan-gagasan terbaik dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan para pengambil kebijakan di kawasan ini,” ujarnya.
MoU antara Unhas Press dan Prisma berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasi program-program kerja sama akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian turunan yang memuat rincian teknis, pembiayaan, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.

-300x165.webp)






