News

Unhas Press Terbitkan Buku Prof Ruslin, Mendiktisaintek Beri Sambutan

undefined

UNHAS PRESS akan menerbitkan Ensiklopedia Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia, yang digagas dan disusun Ketua Majelis Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., bersama tim.

Buku edisi perdana 2026 tersebut mendokumentasikan jejak para guru besar kedokteran gigi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya menyajikan profil akademik, buku ini merekam perjalanan perkembangan kedokteran gigi Indonesia melalui para ilmuwan yang ikut membangun dan mengembangkan disiplin tersebut. 

Sejatinya, buku ini telah di-launching secara terbatas saat pertemuan Majelis Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia yang diadakan di Makassar, 7 Agustus 2026 silam. Dalam waktu dekat, buku ini akan segera beredar.

Kehadiran buku ini mendapat sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menurutnya, posisi guru besar tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik tertinggi.

“Seorang guru besar bukanlah seseorang yang selesai belajar. Sebaliknya, ia adalah pribadi yang memilih untuk terus belajar, terus bertanya, dan terus melahirkan pengetahuan baru sepanjang hayatnya,” kata Prof. Brian. 

Ia menegaskan, gelar profesor merupakan amanah untuk memimpin perkembangan ilmu pengetahuan, membimbing generasi penerus, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui riset, inovasi, dan pengabdian.

Prof. Brian juga menilai dokumentasi perjalanan para guru besar penting untuk merawat ingatan bangsa terhadap ilmuwan yang telah membangun fondasi keilmuan.

“Buku Ensiklopedia Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia ini menjadi bagian dari upaya tersebut. Ia menghadirkan rekam jejak para profesor yang telah mengabdikan hidupnya untuk kemajuan ilmu kedokteran gigi Indonesia,” ujarnya. 

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. turut memberikan sambutan. Menurutnya, penerbitan Ensiklopedia ini penting karena perjalanan ilmu pengetahuan perlu didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kehadiran buku ini bukan sekadar menambah khazanah literatur akademik nasional, melainkan juga menjadi penanda penting bahwa perjalanan ilmu pengetahuan perlu diabadikan agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Prof. Jamaluddin Jompa. Ensiklopedia Kedok Gigi

Rektor Unhas menilai buku tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar kumpulan profil akademik. Di dalamnya terekam pemikiran, kepakaran, karya ilmiah, jejaring kolaborasi, serta kontribusi para guru besar dalam membangun disiplin kedokteran gigi di Indonesia. Ensiklopedia Kedok Gigi

Sementara itu, Prof. Muhammad Ruslin menjelaskan bahwa gagasan penyusunan buku bermula dari kegelisahan mengenai bagaimana perjalanan para profesor dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Ada satu pertanyaan sederhana yang melatarbelakangi lahirnya buku ini: siapa yang akan menceritakan para guru besar kepada generasi berikutnya?” kata Prof. Ruslin dalam prakata buku. 

Menurut Prof. Ruslin, selama ini profesor umumnya dikenal melalui ruang kuliah, seminar ilmiah, artikel jurnal, serta karya penelitian. Namun, belum banyak upaya yang secara khusus mendokumentasikan sosok di balik karya dan perjalanan akademik mereka.

“Buku ini kami hadirkan bukan semata-mata sebagai kumpulan profil akademik, melainkan sebagai sebuah dokumentasi sejarah yang merekam perjalanan perkembangan ilmu kedokteran gigi Indonesia melalui para tokoh yang membangunnya,” ujarnya. 

Buku ini menghimpun guru besar dari berbagai perguruan tinggi dan bidang kepakaran. Perjalanan yang direkam beragam, mulai dari membangun laboratorium, melahirkan inovasi dan paten, memperjuangkan pendirian program studi, hingga mengembangkan jejaring penelitian internasional.

Mereka dipertemukan oleh semangat menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan pengabdian kepada bangsa. 

Setiap guru besar ditampilkan dalam bentuk snapshot yang merangkum identitas akademik, bidang kepakaran, kontribusi ilmiah, serta pencapaian utama. Format tersebut memungkinkan buku menghadirkan lebih banyak profesor sekaligus memberikan gambaran mengenai kekuatan sumber daya akademik kedokteran gigi Indonesia. 

Sebagai edisi perdana, Ensiklopedia ini diproyeksikan terus berkembang. Seiring lahirnya guru besar baru dan berkembangnya bidang keilmuan, buku diharapkan diperbarui secara berkala sehingga menjadi “arsip hidup” yang mengikuti perjalanan sejarah kedokteran gigi Indonesia. 

Sekilas Unhas Press

Unhas Press merupakan penerbit resmi milik Universitas Hasanuddin yang menerbitkan dan mengembangkan karya-karya akademik serta buku pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. 

Kehadiran Unhas Press menjadi bagian dari upaya memperluas penyebaran gagasan dan karya intelektual sivitas akademika, sekaligus membuka ruang bagi penulis dari luar Universitas Hasanuddin untuk menerbitkan karya yang memiliki nilai akademik dan pengetahuan.



Penulis yang ingin menerbitkan buku melalui Unhas Press dapat menyiapkan naskah lengkap dan mengajukannya kepada tim Unhas Press untuk melalui proses penilaian awal. 

Naskah yang memenuhi persyaratan selanjutnya masuk ke tahapan penyuntingan, penataan isi dan desain sampul, pengurusan ISBN, hingga proses produksi dan penerbitan. Unhas Press juga melayani komunikasi dengan penulis selama proses tersebut sehingga naskah dapat dipersiapkan menjadi buku yang layak diterbitkan dan didistribusikan.

Dosen, peneliti, mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum yang memiliki naskah dapat mengajukan karya untuk diterbitkan melalui Unhas Press. Naskah lengkap dapat disampaikan kepada pengelola untuk selanjutnya mengikuti tahapan penerbitan sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi mengenai pengajuan dan penerbitan naskah dapat diperoleh melalui unhaspress@unhas.ac.id atau unhaspress@gmail.com, serta nomor +62 8229 9555 591.