Pendidikan

Unhas Tuan Rumah Forum Akademik PTN, Bahas Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi

Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN Se-Indonesia 2026 di Makassar, Rabu (16/9/2026). Sebanyak 74 wakil rektor hadir memperkuat jejaring dan membahas transformasi akademik. (Dok Humas Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Se-Indonesia 2026.

Kegiatan yang mempertemukan 74 wakil rektor bidang akademik dari berbagai perguruan tinggi negeri itu diawali dengan agenda welcome dinner sebagai momentum penyambutan sekaligus membangun jejaring antarpimpinan akademik.

Jamuan makan malam tersebut berlangsung pada Rabu malam, 16 September 2026, di Unhas Hotel and Convention, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. Suasana hangat mewarnai pembukaan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Para peserta disambut dengan penampilan budaya dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Tari Universitas Hasanuddin.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan sebelum para peserta mengikuti sesi ramah tamah, jamuan makan malam, serta kegiatan networking antarperguruan tinggi.

Welcome dinner menjadi ruang awal bagi para wakil rektor bidang akademik untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan kerja sama sebelum memasuki pembahasan utama forum.

Pertemuan ini dirancang sebagai wadah berbagi pengalaman serta menyusun gagasan terkait penguatan tata kelola akademik perguruan tinggi di Indonesia.

Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri Indonesia 2026 mengangkat tema "Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan Integritas Seleksi.” 

Ketua Panitia Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN Indonesia 2026 yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan forum tersebut menjadi ruang evaluasi dan kajian bersama terhadap berbagai kebijakan akademik.

Menurut dia, salah satu agenda penting dalam forum adalah membahas perkembangan sistem pendidikan tinggi, termasuk proses penerimaan mahasiswa baru, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta penguatan integritas dalam penyelenggaraan akademik.

“Pertemuan forum wakil rektor bidang akademik ini diikuti sekitar 74 perguruan tinggi negeri se-Indonesia. Tidak lain adalah kita akan selalu sharing dan melihat, memperkuat kerja sama, serta bagaimana ke depan sisi pendidikan mahasiswa baru akan kita evaluasi dan kaji,” ujar Prof. Muhammad Ruslin.

Ia menjelaskan, hasil diskusi dalam forum tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi.

Selain membahas penerimaan mahasiswa baru, forum juga akan menyoroti berbagai aspek tata kelola akademik yang berkaitan dengan mutu layanan pendidikan dan kompetensi lulusan.

Prof. Muhammad Ruslin menyampaikan, kepercayaan kepada Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi.

“Unhas diberikan kepercayaan sebagai host. Kami akan memberikan pelayanan maksimal agar pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dan perbaikan sistem tata kelola akademik di masa yang akan datang,” katanya.

Setelah agenda penyambutan, forum akan memasuki kegiatan utama pada hari kedua dan ketiga. Agenda tersebut meliputi pembahasan kebijakan akademik, forum strategis, serta focus group discussion yang melibatkan para pimpinan bidang akademik perguruan tinggi negeri.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada hari keempat melalui agenda cultural tour di Kota Makassar. Salah satu destinasi yang menjadi bagian dari kunjungan budaya tersebut adalah kawasan wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros.

Melalui forum ini, Universitas Hasanuddin berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarperguruan tinggi negeri dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat upaya peningkatan mutu layanan akademik di Indonesia.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)