Internasional

Usai Rapat Terbatas, Trump Ancam Iran Segera Buat Keputusan

TRUMP - Presiden AS Donald J Trump sebelum terbang ke China. Foto: X @POTUS

MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk segera membuat keputusan mengenai ujung dari pertikaian mereka di Selat Hormuz.

Ultimatum itu dilontarkan usai Donald Trump menggelar pertemuan terbatas dengan sejumlah anggota tim keamanan nasional di lapangan golf milik Trump di Virginia, Amerika Serikat, Sabtu lalu. 

Trump menegaskan Iran harus bergerak cepat atau Iran tidak akan mendapatkan apapun.

"Untuk Iran, waktu terus bergerak dan mereka (Iran) harus segera bergerak cepat atau mereka tidak akan mendapatkan apapu. WAKTU SANGAT PENTING! Presiden DJT," tulis Trump melalui akun media sosialnya pada akhir pekan lalu.

Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan khusus Steve Witkoff, juga tampak hadir pada pertemuan terbatas itu. Pertemuan digelar sesat setelah Trump mendarat usai mengujungi China.

Trump tampak kesal karena Iran seolah mengabaikan semua gagasan yang diajukan AS terkait perang di Selat Hormuz yang kini sudah melewati dua bulan. Blokade yang dilakukan Iran yang berakibat melonjaknya harga minyak membuat Trump sangat jengkel.

Pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping juga tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan Trump. Trump sedianya berharap Xi Jinping akan menjadi sosok yang bisa menjembatani kepentingan AS ke Iran, namun Xi Jinping tidak memberi tanggapan berarti.

Ada kemungkinan Trump dan Pentagon akan melancarkan rencana baru yang bertujuan untuk kembali menyerang Iran. Beredar kabar, serangan ini akan ditujukan ke sejumlah fasilitas energi dan insfrastruktur milik Iran.

Dari sisi pihak Iran, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, telah menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi Iran, termasuk dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Masoud Pezeshkian menegaskan, Israel dan AS selalu punya niat buruk untuk membenturkan negara-negara Islam melalui upaya adudomba. Tindakan ini, menurut Masoud, justru membuat Iran makin tidak percaya dengan Israel dan AS.(*)