MAKASSAR, UNHAS.TV - Universiti Sains Malaysia (USM) memperkuat strategi pembentukan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi dan keterampilan insani yang dibutuhkan dunia kerja modern.
Perguruan tinggi tersebut menempatkan pengembangan soft skill, kepemimpinan, komunikasi, hingga kewirausahaan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa.
Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan capaian akademik tinggi, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, memecahkan persoalan, serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan profesional.
USM menjawab tantangan tersebut melalui Pusat Pembangunan Pelajar yang secara khusus merancang berbagai program pengembangan kemampuan mahasiswa di luar aspek akademik.
Program tersebut diarahkan untuk membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa agar memiliki daya saing lebih kuat setelah menyelesaikan pendidikan.
Deputy Director Student Development Centre USM, Dr Hazrul Abdul Hamid, mengatakan penguatan kemampuan insani menjadi salah satu agenda utama universitas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Menurut dia, USM mengembangkan konsep “Hebat” yang menjadi dasar dalam berbagai program pengembangan mahasiswa. Konsep tersebut mencakup lima aspek utama, yakni Holistic, Entrepreneurial, Balance, Articulate, dan Thinking.
“USM memastikan pelajar-pelajar, mahasiswa yang bergraduat, mampu bersaing dalam pasaran kerja, telah diwujudkan pusat pembangunan pelajar yang memberi fokus kepada agenda hebat," ujarnya.
"Semua program pembangunan kemahiran insannya atau soft skill dirangka dengan teliti supaya mahasiswa USM mendapat kemahiran yang membolehkan mereka bersaing dan mendapat pekerjaan dalam bidang ataupun di luar bidang,” ujar Hazrul.
Ia menambahkan, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup menjadi modal utama bagi lulusan. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Sejak tahun pertama hingga tahun ketiga perkuliahan, mahasiswa USM mulai dibekali dengan berbagai keterampilan dasar, termasuk kerja tim dan kepemimpinan. Pembekalan tersebut dilakukan secara bertahap agar mahasiswa memiliki pengalaman pengembangan diri selama masa studi.
Sementara itu, mahasiswa yang mendekati masa kelulusan mendapatkan program persiapan karier, termasuk pelatihan profesional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah dan kesiapan memasuki dunia industri.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya USM membangun lulusan yang mampu bekerja lintas bidang dan memiliki fleksibilitas menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.
USM memandang keberhasilan lulusan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik. Kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, komunikasi, dan kesiapan beradaptasi menjadi kompetensi yang semakin menentukan keberhasilan seseorang dalam lingkungan profesional.
Melalui strategi pengembangan mahasiswa yang menyeluruh, USM berupaya mencetak generasi lulusan yang lebih holistik, kompeten, dan siap bersaing di tingkat global.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
Deputy Director Student Development Centre USM, Dr Hazrul Abdul Hamid. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)


-300x169.webp)





