UNHAS.TV - Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Keputusan ini tertuang dalam putusan perkara nomor 62/PUU-XXII/2024, yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo di ruang sidang MK. Ambang batas ini sebelumnya mengatur syarat pengajuan calon presiden dan wakil presiden. Pengamat politik menyoroti perbedaan presidential, parliamentary, dan electoral threshold sebagai bagian penting demokrasi. Meski bertujuan untuk seleksi partai politik, aturan ini dinilai memerlukan evaluasi untuk mengantisipasi dampak negatif. Simak liputan lengkapnya dalam tayangan berikut ini:
Polhum
Video: MK Hapus Ambang Batas di Pemilu Indonesia, Ini Tanggapan Pengamat Politik
Baca Artikel Terkait :
Polhum
Ini 3 Calon Potensial Menteri BUMN Pengganti Erick Thohir
by Amir Pallawa Rukka
17 September, 2025
Polhum
Progresif Gandeng Langit Biru Pertiwi Turunkan Alat Peraga Kampanye
by Amir Pallawa Rukka
12 Februari, 2024
Baca Artikel Lainnya :
Polhum
Video: Makan Siang Gratis Prabowo Jadi Polemik, Ini Tanggapan Akademisi Unhas?
by Arif Fuddin Usman
22 Februari, 2025


-300x109.webp)





